by

DPRD Kota Balikpapan Imbau Warga Pakai Masker, Tercatat 66.468 Kasus ISPA

BALIKPAPAN – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Balikpapan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim hingga Agustus 2026.

Jumlah kasus ISPA di Balikpapan tercatat mencapai 66.468 kasus, melampaui sejumlah kabupaten dan kota lainnya di Kaltim.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Iim, mengatakan tingginya kasus ISPA tidak terlepas dari kondisi cuaca panas serta paparan debu yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan masyarakat.

“Sebagian besar keluhan yang ditemukan berkaitan dengan paparan debu dan alergi. Kondisi ini semakin mudah terjadi saat cuaca panas, apalagi saat ini kita mulai memasuki musim kemarau,” ujar Iim, Senin (7/9/2026).

Menurut dia, paparan debu yang beterbangan di lingkungan dapat dengan mudah terhirup dan memicu gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat alergi.

Selain faktor lingkungan, tingginya jumlah penduduk Balikpapan juga turut memengaruhi jumlah kasus yang tercatat.

“Balikpapan memang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar. Ditambah lagi kondisi lingkungan dan debu yang beterbangan, tentu berpotensi terhirup dan mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi warga yang memiliki alergi terhadap debu,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim hingga Agustus 2026, Balikpapan menempati urutan pertama jumlah kasus ISPA dengan 66.468 kasus.

Posisi berikutnya ditempati Kota Samarinda dengan 48.230 kasus, Kutai Kartanegara sebanyak 29.453 kasus, Paser 22.284 kasus, Kutai Timur 22.032 kasus, Berau 20.549 kasus, Penajam Paser Utara 10.386 kasus, dan Kota Bontang 7.670 kasus.

Melihat tingginya angka tersebut, politisi PKS itu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah atau di lingkungan yang banyak terdapat debu.

“Masyarakat sebaiknya menggunakan masker saat melakukan aktivitas, terutama ketika berada di lingkungan yang banyak debu. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan debu yang masuk ke saluran pernapasan,” imbaunya.

Ia berharap masyarakat tidak menganggap remeh keluhan gangguan pernapasan yang dialami, terutama jika gejala berlangsung dalam waktu lama.

Menurutnya, langkah pencegahan sederhana seperti menggunakan masker dan mengurangi paparan debu dapat menjadi upaya awal untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *