BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) V Balikpapan kembali menorehkan prestasi di bidang inovasi dan keberlanjutan. Perusahaan meraih empat penghargaan dalam ajang Eco-Tech Pioneer & Sustainability Award (EPSA) 2026, terdiri atas dua penghargaan Gold dan dua Silver.
Empat penghargaan tersebut yakni Gold – Green Power Innovation, Gold – Hydro Smart Innovation, Silver – Community Development, dan Silver – Ecosystem Protection.
Capaian ini menjadi apresiasi atas berbagai inovasi yang dikembangkan PT PPN RU V Balikpapan, khususnya dalam meningkatkan efisiensi energi dan air, memberdayakan masyarakat, serta menjaga kelestarian ekosistem.
General Manager PT PPN RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengintegrasikan inovasi dan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjadikan inovasi dan keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan perusahaan. Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kami hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Anto, Selasa (1/9/2026).
Salah satu penghargaan Gold diraih melalui inovasi pada unit penghasil hidrogen yang mendapatkan Gold – Green Power Innovation. Inovasi tersebut mengoptimalkan pemanfaatan energi dalam proses operasional kilang dan berhasil menghilangkan konsumsi steam sebesar 11.960 kilogram per jam.
Langkah tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan efisiensi energi sekaligus mendorong operasional kilang yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, inovasi pengelolaan air melalui AQUA-SAVE berhasil meraih Gold – Hydro Smart Innovation.
Program ini memperkuat pemantauan dan pengawasan sistem transfer air serta mendorong perbaikan berkelanjutan untuk menekan potensi kehilangan air. Implementasinya tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
AQUA-SAVE turut berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), terutama yang berkaitan dengan akses air bersih dan sanitasi, konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab, dan penanganan perubahan iklim.
Pada aspek pemberdayaan masyarakat, PT PPN RU V Balikpapan meraih Silver – Community Development melalui pengembangan Program Kampung Iklim (ProKlim) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan.
Program tersebut mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Kegiatannya mencakup pengelolaan sampah, penghijauan, ketahanan pangan, ekonomi sirkular hingga peningkatan kapasitas warga.
Melalui program ini, masyarakat didorong tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Penghargaan keempat, Silver – Ecosystem Protection, diraih melalui program Pemulihan Habitat Bekantan dan Penggerak Ekonomi Lokal di Sekitar DAS Tunan.
Program tersebut menggabungkan pemulihan habitat dan vegetasi dengan pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi. Selain menjaga keanekaragaman hayati, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melindungi ekosistem.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan pencapaian di EPSA 2026 menjadi pijakan bagi perusahaan untuk memperkuat inovasi sekaligus kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan operasional, tetapi juga menciptakan nilai bersama untuk operasional yang semakin efisien, lingkungan yang semakin terjaga, dan masyarakat yang semakin berdaya,” kata Dodi.
Empat penghargaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi di lingkungan kilang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja operasional, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.








Comment