by

Yusdiana Terus Perjuangkan Pembangunan SMP dan Puskesmas di Gunung Samarinda Baru.

BALIKPAPAN – Pertumbuhan kawasan permukiman di Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, membawa konsekuensi terhadap kebutuhan layanan dasar masyarakat.

Di tengah bertambahnya jumlah penduduk, fasilitas pendidikan dan kesehatan justru masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga kini, wilayah tersebut disebut belum memiliki sekolah menengah pertama (SMP) maupun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Kondisi itu menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Balikpapan, Hj. Yusdiana. Ia mendorong Pemerintah Kota Balikpapan agar mempercepat pembangunan kedua fasilitas tersebut.

Menurut Yusdiana, keterbatasan fasilitas pendidikan membuat anak-anak di Gunung Samarinda Baru harus mencari sekolah di luar wilayah tempat tinggal mereka.

“Di Gunung Samarinda Baru saat ini hanya ada satu sekolah dasar, sementara SMP belum tersedia sama sekali. Ini yang terus kami perjuangkan agar segera dibangun,” kata Yusdiana, Rabu (2/8/2026).

Ketiadaan SMP tidak hanya berkaitan dengan jarak tempuh. Persoalan tersebut juga semakin terasa ketika memasuki masa penerimaan peserta didik baru.

Orang tua harus mencari sekolah di kelurahan lain agar anak mereka dapat melanjutkan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah dasar.

“Orang tua terpaksa menyekolahkan anaknya ke luar kelurahan. Ini tentu menyulitkan, terutama saat penerimaan siswa baru,” ujarnya.

Bagi Yusdiana, pembangunan SMP di Gunung Samarinda Baru bukan sekadar menambah fasilitas pendidikan. Keberadaan sekolah menengah pertama di kawasan tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat.

“Kalau SMP sudah ada di sini, masyarakat tidak perlu lagi bingung mencari sekolah. Akses pendidikan akan jauh lebih mudah,” katanya.

Persoalan serupa terjadi pada sektor kesehatan. Gunung Samarinda Baru hingga kini belum memiliki puskesmas yang dapat menjadi fasilitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat setempat.

Akibatnya, warga harus menempuh perjalanan ke wilayah lain ketika membutuhkan layanan kesehatan.

“Fasilitas kesehatan seperti puskesmas juga belum tersedia. Warga harus pergi cukup jauh untuk berobat. Ini yang kami dorong agar segera direalisasikan,” tutur Yusdiana.

Menurut dia, ketersediaan fasilitas kesehatan menjadi semakin penting seiring pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut. Puskesmas tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengobatan, tetapi juga menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.

Dari sisi kesiapan lokasi, Yusdiana menyebut pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan tersebut sebenarnya tidak lagi terbentur persoalan lahan.

“Untuk lokasi sudah siap. Tinggal menunggu realisasi pembangunan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat menindaklanjuti kebutuhan tersebut dengan langkah konkret. Terlebih, pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan terhadap sekolah dan fasilitas kesehatan semakin mendesak.

“Kami berharap pembangunan SMP dan puskesmas bisa segera terwujud, agar masyarakat benar-benar merasakan peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *