BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang untuk beradaptasi dengan perkembangan pasar digital. Transformasi digital dinilai menjadi langkah penting agar pelaku usaha mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, mengatakan perkembangan teknologi membuat pola transaksi masyarakat ikut berubah. Karena itu, pedagang tidak bisa hanya mengandalkan penjualan secara konvensional.
“Mau tidak mau, para pedagang dan UMKM harus mulai masuk dan merambah pasar digital. Peluang pasarnya semakin terbuka dan harus dimanfaatkan secara optimal,” ujar Yono Suherman, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, digitalisasi pasar bukan sekadar memindahkan aktivitas jual beli ke platform daring. Para pedagang juga perlu memahami berbagai aspek yang mendukung keberlangsungan usaha, mulai dari legalitas hingga kualitas dan keamanan produk.
“Pedagang harus memahami regulasi, memastikan legalitas, kualitas, keamanan, serta memberikan informasi produk yang jelas kepada konsumen. Ini penting agar kepercayaan pembeli tetap terjaga,” jelasnya.
Yono juga mendorong para pelaku UMKM dan pedagang untuk mengikuti berbagai pelatihan terkait pemasaran digital. Menurut dia, pelatihan akan membantu pelaku usaha memahami cara memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis.
Ia menyarankan UMKM dan pedagang bergabung dalam komunitas atau organisasi UMKM di Balikpapan agar lebih mudah mendapatkan akses pelatihan dan pendampingan.
“Dengan mengikuti pelatihan, pelaku UMKM bisa belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar. Mereka juga bisa mengenal berbagai solusi digital yang dapat mendukung operasional dan pengembangan usaha,” katanya.
Lebih lanjut, Yono menilai pemanfaatan teknologi dapat membantu pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat dan terukur. Digitalisasi juga dapat mempermudah pengelolaan keuangan serta penyusunan strategi pemasaran.
“Sistem digital justru mempermudah pedagang dalam melayani pembeli. Jangkauan pasarnya menjadi lebih luas karena transaksi tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung,” tuturnya.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Selatan itu menambahkan, penerapan sistem jual beli secara online membuka peluang bagi pedagang mendapatkan konsumen dari wilayah yang lebih luas.
“Kalau pasar digital dimanfaatkan dengan baik, peluang mendapatkan lebih banyak pembeli tentu semakin besar. Karena itu, saya berharap UMKM dan pedagang di Balikpapan tidak takut beradaptasi dengan teknologi,” pungkasnya.








Comment