by

SMP Negeri 29 Balikpapan Dibangun, Yusdiana: Jadi Solusi Pemerataan Akses Pendidikan

BALIKPAPAN – Pertumbuhan kawasan permukiman di Balikpapan Utara membawa konsekuensi baru bagi sektor pendidikan. Bertambahnya jumlah penduduk berarti meningkat pula kebutuhan terhadap fasilitas sekolah negeri yang mampu menampung anak-anak usia sekolah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membangun SMP Negeri 29 Balikpapan di kawasan perumahan Grand City Balikpapan.

Pembangunan sekolah baru ini mendapat sambutan positif dari DPRD Kota Balikpapan. Kehadiran SMP Negeri 29 dinilai bukan sekadar menambah jumlah sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas dan meratakan akses pendidikan bagi masyarakat.

Anggota DPRD Kota Balikpapan, Hj. Yusdiana, mengatakan pembangunan SMP Negeri 29 merupakan langkah penting untuk mengakomodasi lulusan sekolah dasar (SD), khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Balikpapan Utara.

“Kami sangat senang sekali Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pendidikan Balikpapan membangun SMP Negeri 29 Balikpapan tersebut,” kata Yusdiana saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (1/9/2026).

Menurut politikus Partai NasDem tersebut, pembangunan sekolah negeri di kawasan Grand City menjadi kebutuhan seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus berlangsung.

Balikpapan Utara merupakan salah satu kawasan yang berkembang. Pertumbuhan permukiman turut mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas publik, termasuk sekolah.

Karena itu, keberadaan SMP Negeri 29 diharapkan dapat membantu pemerintah mengantisipasi peningkatan jumlah calon peserta didik sekaligus mengurangi persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Sangat penting sekali keberadaan SMP Negeri 29 Balikpapan ini. Setidaknya dapat menambah daya tampung siswa. Apalagi pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi membuat kebutuhan akan sekolah negeri terus meningkat,” tutur Yusdiana.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Yusdiana menilai pembangunan sekolah baru harus dibarengi dengan perencanaan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

SMP Negeri 29 Balikpapan dirancang memiliki 12 rombongan belajar (rombel). Dengan kapasitas tersebut, sekolah diharapkan dapat memberikan tambahan daya tampung bagi lulusan SD yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Kehadiran sekolah baru juga diharapkan dapat mendekatkan layanan pendidikan negeri dengan kawasan permukiman warga. Dengan begitu, masyarakat tidak harus bergantung pada sekolah yang lokasinya jauh dari tempat tinggal.

“Setidaknya, dengan adanya sekolah baru di Balikpapan Utara ini diharapkan mengurangi kendala keterbatasan kuota saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahunnya,” ujarnya.

Persoalan daya tampung memang menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi seiring pertumbuhan penduduk. Penambahan sekolah negeri menjadi salah satu strategi untuk memastikan kesempatan memperoleh pendidikan tetap terbuka secara lebih merata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Balikpapan Irfan Taufik sebelumnya menyampaikan progres pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan telah mencapai sekitar 60 persen pada akhir Agustus 2026.

Sekolah yang dibangun di kawasan Grand City, Balikpapan Utara, tersebut menggunakan anggaran dari APBD 2026 sekitar Rp20 miliar.

Irfan mengatakan fasilitas pendidikan baru itu dirancang dengan 12 rombongan belajar atau ruang kelas. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan pada penghujung tahun 2026.

“SMP Negeri 29 Balikpapan yang berlokasi di Grand City Balikpapan tersebut dirancang memiliki 12 rombel atau ruang kelas dengan anggaran yang digelontorkan sekitar Rp20 miliar,” kata Irfan.

Ia menambahkan, penyelesaian pembangunan ditargetkan pada November atau Desember 2026.

Target tersebut menjadi tahapan penting sebelum sekolah dapat menjalankan fungsi pelayanan pendidikan secara optimal. Setelah pembangunan rampung, keberadaan SMP Negeri 29 diharapkan tidak hanya menambah infrastruktur pendidikan, tetapi juga memberikan pilihan sekolah negeri yang lebih dekat bagi masyarakat Balikpapan Utara.

Pada akhirnya, pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan memperlihatkan bagaimana perkembangan sebuah kawasan permukiman harus diikuti dengan penyediaan fasilitas publik yang memadai.

Sekolah baru di Grand City bukan hanya bangunan fisik. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan menjadi bagian dari investasi jangka panjang Pemkot Balikpapan dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan daya tampung sekolah negeri, dan memastikan pertumbuhan penduduk berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *