BALIKPAPAN – Aktivis pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi, Bayu Satria, mendorong Pemerintah Kota Balikpapan untuk memperkuat potensi kuliner di setiap wilayah dengan menghadirkan makanan khas yang menjadi identitas masing-masing kelurahan.
Menurut Bayu, Balikpapan memiliki peluang besar mengembangkan sektor UMKM kuliner karena sebagian besar wilayahnya berada di kawasan pesisir yang kaya akan potensi hasil laut dan budaya masyarakat setempat.
“Setiap kelurahan di Balikpapan seharusnya memiliki kuliner khas yang bisa menjadi identitas daerahnya. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang membangun kebanggaan dan kekuatan ekonomi masyarakat,” ujar Bayu Satria, Sabtu (1/8/2026).
Ia menilai keberadaan kuliner khas akan memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Balikpapan. Karena itu, Bayu meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) serta Dinas Perdagangan (Disdag), untuk mengambil peran lebih aktif.
“Saya berharap Disparpora dan Disdag dapat memfasilitasi terbentuknya spot atau kawasan kuliner di setiap kelurahan. Dengan begitu, masyarakat memiliki ruang untuk mengembangkan usaha dan mempromosikan produk unggulannya,” katanya.
Bayu menegaskan, pengembangan sentra kuliner tidak hanya akan membuka peluang usaha baru, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi wilayah.
“Kalau setiap wilayah memiliki makanan khas dan kawasan kuliner yang tertata, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian warga. Ini bisa menjadi kekuatan baru bagi UMKM Balikpapan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Bayu optimistis penguatan kuliner khas antarwilayah dapat berkembang menjadi jaringan wisata kuliner yang membentang di sepanjang pesisir Teluk Balikpapan.
“Bayangkan jika wisatawan datang ke Balikpapan dan setiap kelurahan menawarkan kuliner yang berbeda. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri dan dapat mengangkat nama Balikpapan sebagai destinasi wisata kuliner,” tuturnya.
Ia berharap gagasan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sehingga kuliner lokal tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.













Comment