Poskotabesar.Balikpapan.Perkembangan Inflasi Kota Balikpapan Januari 2025 dan Pemantauan Harga Komoditas Februari 2025.
Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan menyampaikan perkembangan inflasi dan pemantauan harga komoditas strategis yang terjadi di wilayah Kota Balikpapan.
Inflasi Januari 2025 Disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Kepada Poskotabesar, Bahwa Kota Balikpapan mengalami deflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,64 persen. Deflasi ini juga tercermin pada inflasi tahun berjalan (year-to-date/ytd) yang tercatat sebesar 0,64 persen.
Namun demikian, secara tahunan (year-on-year/yoy), terjadi inflasi sebesar 0,36 persen. Kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang utama deflasi bulanan berasal dari:
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, dipengaruhi oleh kebijakan potongan tarif listrik 50% untuk pelanggan PLN dengan daya 2.200 VA ke bawah selama Januari–Februari 2025.
Kelompok transportasi, dipicu oleh penurunan tarif tiket angkutan sebesar 10% selama periode Natal dan Tahun Baru (19 Desember 2024 – 3 Januari 2025).
Sementara itu, inflasi tahunan (yoy) dipengaruhi oleh: Kelompok makanan, minuman, dan tembakau, akibat kenaikan harga beberapa komoditas pangan.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, terutama karena kenaikan harga emas. Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi antara lain:
(yoy): Beras, sigaret kretek mesin, sawi hijau, daging ayam ras, cabai rawit, kangkung, ikan layang, telur ayam ras, kopi bubuk.
(mtm): Cabai rawit, daging ayam ras, kangkung, minyak goreng, sawi hijau, ikan gembung, cumi-cumi, cabai merah, jeruk.
Sementara Perbandingan Wilayah Secara tahunan, Provinsi Kalimantan Timur mencatat inflasi sebesar 0,21 persen, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Balikpapan (0,36 persen) dan terendah di Kota Samarinda (0,10 persen).
Inflasi Kota Balikpapan masih di bawah inflasi nasional (0,76 persen) namun di atas inflasi Kaltim, dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5 ± 1 persen.
Pemantauan Harga Komoditas Februari 2025. Berdasarkan pemantauan harga hingga minggu ketiga Februari 2025, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, di antaranya:
Cabai rawit merah
Cabai rawit hijau
Sawi hijau
Kentang.
Kenaikan harga cabai diduga akibat berkurangnya hasil panen dari daerah pemasok, meskipun distribusi melalui jalur laut berjalan lancar dan tidak ditemukan hambatan distribusi.
Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain:
Daging ayam ras.
Bawang merah.
Untuk komoditas beras, pemerintah pusat melalui Kepala Badan Pangan Nasional telah mengeluarkan kebijakan berupa:
Penundaan pemberian bantuan pangan beras untuk Januari dan Februari 2025, serta Penghentian sementara penyaluran SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) beras mulai 7 Februari 2025.
Dinas Perdagangan Kota Balikpapan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah Kota Balikpapan tegasnya.








Comment