by

Tak Sekadar Jualan, Mahligai Nusantara Jadi Jembatan UMKM Balikpapan Naik Kelas

BALIKPAPAN – Kolaborasi menjadi semangat utama dalam pelaksanaan Mahligai Nusantara 2026 yang resmi dibuka di BSCC Dome Balikpapan, Sabtu (12/9/2026).

Mengusung tema “Merangkai Kolaborasi, Mengakselerasi Inovasi untuk UMKM yang Tangguh dan Berdaya Saing”, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan Mahligai Nusantara tidak sekadar menjadi ajang pameran produk UMKM, tetapi juga diharapkan menjadi ekosistem yang mempertemukan berbagai pihak untuk saling belajar dan membangun kolaborasi.

“Mahligai Nusantara buat kami adalah sebagai ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai pihak untuk saling belajar dan berkolaborasi bersama,” ujar Robi.

Pada pelaksanaan tahun ini, Bank Indonesia Balikpapan melibatkan sekitar 65 UMKM yang telah melalui proses kurasi. Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari makanan dan minuman, produk wastra seperti batik dan tenun, hingga berbagai produk kerajinan.

Robi mengatakan, Mahligai Nusantara 2026 juga menghadirkan berbagai layanan pendukung yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.

“Mahligai Nusantara 2026 juga menyediakan berbagai layanan pendukung bagi pelaku usaha, di antaranya informasi mengenai perizinan, kemasan, merek, hingga informasi produk,” katanya.

Menurut Robi, pengembangan UMKM membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, BI Balikpapan turut melibatkan perbankan, akademisi, komunitas, asosiasi, pemerintah, serta berbagai stakeholder lainnya.

“Kami juga melibatkan perbankan, akademisi, komunitas, asosiasi, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi yang terbangun tidak hanya menghasilkan transaksi selama kegiatan berlangsung. Lebih dari itu, Mahligai Nusantara diharapkan mampu membuka akses jaringan, menghadirkan mitra baru, hingga menciptakan peluang pasar bagi pelaku UMKM.

“Yang kami harapkan pada akhirnya adalah bagaimana kita bisa menjadi jembatan. Tidak hanya seberapa banyak produk yang terjual, melainkan juga seberapa banyak peluang yang bisa kita dapatkan bersama-sama,” ungkap Robi.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan yang terus menggagas kegiatan dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM daerah.

Menurut Rahmad, pelaku UMKM tidak dapat berkembang dan naik kelas tanpa dukungan serta kolaborasi dari seluruh stakeholder.

“UMKM tidak akan naik kelas tanpa kehadiran kita, kehadiran semua stakeholder, seluruh unsur yang terlibat dalam mendukung peningkatan UMKM ini,” kata Rahmad.

Ia menilai, upaya mendorong pertumbuhan UMKM tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan berskala besar. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh pihak dapat secara konsisten menciptakan pasar dan memberikan ruang promosi bagi produk-produk lokal.

“Bukan harus membuat event yang besar, tetapi bagaimana sebagai market kita mempromosikan produk-produk UMKM yang ada di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Rahmad menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi vertikal dan stakeholder, termasuk Bank Indonesia, dalam membangun ekosistem UMKM yang semakin kuat.

Ia berharap sinergi yang terus dibangun mampu mendorong UMKM Balikpapan menjadi lebih berkembang, inovatif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian masyarakat.

“Melalui Mahligai Nusantara 2026, kolaborasi diharapkan tidak hanya menghasilkan transaksi, tetapi juga menjadi jembatan bagi UMKM Balikpapan untuk mendapatkan akses, memperluas pasar, dan membuka peluang usaha yang lebih besar,” ujar Rahmad optimistis.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *