BALIKPAPAN – Persoalan layanan air bersih di Kota Balikpapan kembali menjadi sorotan.
Presidium Tim 11 Persatuan Ormas Asli Kalimantan (POAK) menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait layanan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi II DPRD Kota Balikpapan yang dilakukan di ruang rapat gabungan DPRD Kota Balikpapan, pada Senin (13/7/2026).
Ketua Presidium Tim 11 POAK, Andin Syamsir, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai kualitas maupun distribusi air yang dinilai belum optimal.
Menurutnya, terdapat empat persoalan utama yang paling sering dikeluhkan pelanggan PTMB. Pertama, kondisi air yang keruh dan terkadang menimbulkan bau. Kedua, distribusi air yang tidak lancar sehingga mengganggu kebutuhan sehari-hari warga. Ketiga, munculnya lonjakan tagihan yang dianggap tidak wajar oleh sebagian pelanggan. Keempat, lambatnya respons petugas saat menangani keluhan maupun perbaikan gangguan di lapangan.
“Kami menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kualitas air yang keruh atau berbau, distribusi yang tidak lancar, lonjakan tagihan yang tidak wajar, serta lambatnya respons perbaikan dari petugas PTMB,” ujar Andin.
Dalam forum tersebut, POAK meminta PTMB segera menghadirkan solusi konkret agar masyarakat tidak terus dibayangi ketidakpastian layanan air bersih.
Menurut Andin, langkah-langkah mitigasi perlu dilakukan, termasuk pemberian bantuan atau bentuk kompensasi tertentu bagi pelanggan yang terdampak gangguan layanan.
“Minimal ada solusi yang dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak oleh persoalan-persoalan tersebut,” katanya.
Di sisi lain, POAK juga memberikan apresiasi kepada SKK Migas Perwakilan Kalimantan-Sulawesi dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) yang telah membantu menyalurkan air bersih kepada masyarakat di kawasan Mekarsari, Balikpapan Tengah.
Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat karena mampu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak keterbatasan pasokan air.
Selain itu, kualitas air yang disalurkan juga mendapat respons positif dari masyarakat.
Andin menilai kolaborasi antara pemerintah, perusahaan daerah, dan sektor industri perlu terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih.
Ia berharap ke depan Kota Balikpapan tidak lagi menghadapi persoalan kekurangan air baku. Selain menjamin pasokan air bersih, kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan juga diharapkan semakin baik.
“Harapan kami, Balikpapan ke depan tidak lagi mengalami kesulitan air baku. Kualitas air juga harus terus ditingkatkan, yang berawal dari air bersih menjadi air yang siap minum,” pungkasnya.








Comment