BALIKPAPAN – Gelak tawa dan antusiasme ratusan siswa memenuhi Aula Lantai 4 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disputakar) Kota Balikpapan, Rabu (29/7/2026). Mereka larut dalam cerita-cerita inspiratif yang disajikan dalam kegiatan Dongeng Bersama Bunda Literasi, sebuah program yang dirancang untuk menanamkan kecintaan membaca sejak usia dini.
Peserta yang berasal dari SDN 001 Balikpapan Kota, SDN 022 Balikpapan Tengah, dan SD YBBSU itu tampak menikmati setiap alur cerita yang dibawakan secara interaktif. Tidak hanya menghibur, dongeng yang disampaikan juga sarat pesan moral, nilai karakter, serta pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak kecil.
Bunda Literasi Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad, menegaskan bahwa budaya literasi tidak terbentuk secara instan. Menurutnya, kebiasaan membaca dapat tumbuh dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara rutin setiap hari.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama anak-anak kelas 3 SD. Kita mengajak mereka mencintai literasi, karena dari membaca satu menit hingga lima menit secara rutin, insyaallah bisa menjadi kebiasaan yang luar biasa,” ujarnya.
Bagi Nurlena, membangun generasi yang gemar membaca merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya literasi.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, serta Disputakar Balikpapan dapat terus diperkuat guna menghadirkan berbagai inovasi yang menarik bagi anak-anak.
“Saya berharap bagaimana kita bisa berkolaborasi memberikan edukasi dan inovasi agar anak-anak Balikpapan semakin mencintai literasi sehingga tercipta Kota Literasi Balikpapan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurlena juga memperkenalkan buku karyanya yang berjudul Aku Cinta Balikpapan. Buku dongeng tersebut ditulis sebagai media pembelajaran yang mengenalkan sejarah, budaya, serta berbagai potensi Kota Balikpapan kepada generasi muda.
Melalui buku itu, anak-anak diajak mengenal lebih dekat kota tempat mereka tumbuh, mulai dari destinasi wisata, fasilitas publik, hingga tempat-tempat ibadah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Balikpapan.
“Buku dongeng berjudul Aku Cinta Balikpapan memang karya saya. Saya ingin anak-anak mengenal sejarah Balikpapan serta berbagai fasilitas yang telah disiapkan pemerintah kota, mulai dari tempat wisata hingga tempat ibadah,” ungkapnya.
Kegiatan Dongeng Bersama Bunda Literasi menjadi salah satu langkah nyata untuk membangun ekosistem literasi yang kuat di Balikpapan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kebiasaan membaca yang akan bermanfaat bagi masa depan mereka.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa budaya membaca tetap memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Dari sebuah dongeng sederhana, lahirlah harapan besar menuju terwujudnya Balikpapan sebagai Kota Literasi.








Comment