by

STQ Balikpapan Utara 2026: 115 Peserta Berebut Tiket Menuju MTQ Tingkat Kota

BALIKPAPAN – Suasana berbeda terasa di Aula Kecamatan Balikpapan Utara pada 7–9 Agustus 2026. Sebanyak 115 peserta tampil dalam Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Kecamatan Balikpapan Utara Tahun 2026 M/1448 H.

Bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, STQ tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk menyiapkan qari dan qariah terbaik yang nantinya berpeluang membawa nama Balikpapan Utara pada ajang MTQ tingkat Kota Balikpapan.

Pelaksanaan STQ berlangsung selama tiga hari dengan 34 cabang yang diperlombakan. Sejumlah kategori yang dilombakan antara lain tartil, tilawah, tahfiz, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, hingga khotil Qur’an.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Balikpapan Utara, Kamsani, mengatakan proses pendaftaran peserta telah dibuka sejak 1 Juli hingga 31 Juli 2026.

Dari proses tersebut, sebanyak 115 peserta terjaring untuk mengikuti rangkaian seleksi.

“Dari pendaftaran itu terjaring 115 peserta. Mereka mengikuti 34 cabang yang dilombakan, secara umum seperti tartil, tilawah, tahfiz, fahmil, syarhil, dan khotil,” ujar Kamsani, Sabtu (8/8/2026).

Namun, menjadi juara dalam STQ tingkat kecamatan belum otomatis membuat peserta tersebut menjadi wakil Balikpapan Utara di tingkat kota.

Ada tahapan pembinaan lanjutan yang harus dilalui.

Peserta yang dinilai memiliki potensi akan mengikuti training center (TC) selama kurang lebih dua bulan. Dalam proses tersebut, kemampuan peserta kembali dinilai berdasarkan standar dan persyaratan yang telah ditetapkan.

Dewan hakim kemudian akan melakukan penilaian untuk menentukan peserta yang dinilai paling layak tampil dalam ajang tingkat Kota Balikpapan.

Kamsani menjelaskan, keputusan tersebut diperlukan karena peserta yang tampil di tingkat kota harus memenuhi standar nilai minimal yang telah ditentukan.

“Jadi, yang menjadi pemenang di sini tidak otomatis mewakili Kecamatan Balikpapan Utara di tingkat kota. Mereka nantinya mengikuti TC selama dua bulan dan ada penilaian tersendiri. Setelah memenuhi syarat yang ditetapkan, dewan hakim akan memilih siapa yang layak mengikuti tingkat kota,” jelasnya.

Bagi Kecamatan Balikpapan Utara, STQ memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mencari pemenang.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan sekaligus kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam membaca, menghafal, memahami, dan menghayati Al-Qur’an.

“STQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan untuk mencari bibit-bibit qari dan qariah yang nantinya dapat mewakili Balikpapan Utara di tingkat Kota Balikpapan,” kata Kamsani.

Karena itu, pelaksanaan STQ juga menjadi momentum untuk melihat potensi peserta sejak tingkat kecamatan. Mereka diberikan kesempatan merasakan atmosfer kompetisi sekaligus memperoleh gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi apabila melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.

Kecamatan Balikpapan Utara nantinya akan menentukan peserta terbaik dari masing-masing kategori untuk menjadi bagian dari proses pembinaan berikutnya.

Di sisi lain, kegiatan keagamaan seperti STQ dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat, terutama generasi muda.

Kemampuan membaca Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada panggung perlombaan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kamsani berharap seluruh rangkaian STQ tingkat Kecamatan Balikpapan Utara dapat berjalan lancar dan menghasilkan peserta-peserta terbaik.

Para peserta yang nantinya terpilih diharapkan mampu tampil maksimal pada ajang tingkat Kota Balikpapan.

Lebih dari itu, mereka diharapkan menjadi bagian dari generasi penerus yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.

Dengan demikian, STQ Balikpapan Utara 2026 bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Di balik kompetisi tersebut terdapat proses pembinaan, pencarian bibit unggul, sekaligus upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *