Samarinda – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Samarinda atas kontribusinya sebagai Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting (OTA ARS) dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting pada Kamis (12/6), sebagai bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam upaya menekan angka stunting melalui pendampingan dan bantuan kepada anak-anak yang masuk kategori risiko stunting.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan stunting memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha.
“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, termasuk dunia usaha. Kami mengapresiasi PLN yang telah berperan aktif sebagai Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting. Semoga sinergi ini terus diperkuat sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan dukungan untuk tumbuh sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Dukungan PLN terhadap program tersebut berasal dari dana zakat penghasilan pegawai yang dihimpun secara rutin dan dikelola melalui Yayasan Baitul Maal PLN. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk keluarga dan anak-anak yang rentan mengalami stunting.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PLN untuk terus memperluas manfaat bagi masyarakat di luar layanan kelistrikan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui program yang didukung oleh zakat penghasilan pegawai dan dikelola melalui YBM PLN, kami berupaya berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting,” kata Chaliq.
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),
khususnya tujuan kedua tentang Tanpa Kelaparan yang menitikberatkan pada pemenuhan gizi dan penghapusan malnutrisi.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menyebut penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi PLN untuk terus menjalankan program sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjalankan program-program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap kontribusi yang diberikan dapat membantu tumbuh kembang anak-anak penerima manfaat sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam menurunkan angka stunting,” ujarnya.
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen PLN dalam mendukung pembangunan sosial berkelanjutan. Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, PLN UID Kaltimra berkomitmen terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mendukung percepatan penurunan stunting demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing.












Comment