BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengelolaan lahan serta peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian bagi warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Balikpapan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Program Tanggung Jawab Sosial ini berfokus pada penciptaan kemandirian masyarakat. Kami berharap melalui pelatihan ini para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang kuat. Setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka dapat membentuk komunitas yang produktif serta membuka peluang ekonomi mandiri yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujar Edi.
Pelatihan diikuti 11 warga binaan yang sedang menjalani program asimilasi. Mereka mendapatkan pendampingan dari praktisi pertanian mengenai teknik meregenerasi tanah bekas media tanam agar tetap produktif, meski kondisi lahan di Balikpapan memiliki tingkat kesuburan yang terbatas.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Balikpapan, Setyo D. Moko, mengapresiasi dukungan berkelanjutan yang diberikan Pertamina sejak 2022.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan berkelanjutan dari Pertamina. Salah satu bentuk dukungan yang sangat membanggakan adalah pembangunan greenhouse berukuran 22 x 11 meter di area SAE. Melalui fasilitas tersebut, kami bersama warga binaan berhasil melaksanakan panen raya perdana melon dengan hasil panen terbesar mencapai sekitar 400 kilogram,” ungkapnya.
Menurut Moko, kawasan SAE seluas sekitar 7.000 meter persegi kini menjadi pusat pembinaan yang mengembangkan berbagai sektor, mulai dari hortikultura, perikanan, hingga peternakan. Pelatihan pembenahan tanah juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan budidaya melon dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.
Selain pelatihan, Pertamina turut memberikan bantuan berupa mesin sprayer tanaman, pupuk kandang, sekam, bahan pembuatan pestisida alami, hingga ember fermentasi pupuk sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program pertanian di Lapas Balikpapan.








Comment