by

Pertamina Bekali KWT Karang Joang Olah Limbah Jadi Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan

Balikpapan – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), kompos, serta pemanfaatan lubang biopori bagi 50 anggota dari lima Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, Selasa (30/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kota Balikpapan.

Integrated Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga IT Balikpapan, Rudi Mahendra, mengatakan pelatihan tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Kami melihat masyarakat memiliki potensi besar untuk mengembangkan pertanian berbasis pekarangan. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong Kelompok Wanita Tani agar mampu memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Harapannya, hasil budidaya tidak hanya mencukupi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi tambahan sehingga kelompok dapat tumbuh mandiri dan berkelanjutan,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai pembuatan pupuk organik cair, kompos, dan biopori, tetapi juga menerima bantuan peralatan agar ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluhan Pertanian Kota Balikpapan, Hatigoran Roy, mengapresiasi kolaborasi Pertamina dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Ketahanan pangan tidak selalu diukur dari produksi skala besar. Ketika setiap rumah tangga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya melalui pemanfaatan pekarangan, hal tersebut sudah menjadi kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Karena itu, peran Kelompok Wanita Tani menjadi sangat strategis sebagai penggerak ketahanan pangan di tingkat keluarga,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali keterampilan mengolah limbah rumah tangga, seperti air cucian beras, kulit pisang, daun-daunan, dan sisa sayuran menjadi pupuk organik cair maupun kompos. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah organik secara lebih produktif.

Ketua KWT Daun Sop Ceria, Sanati, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi kelompoknya yang selama ini masih mengandalkan pupuk kimia dan pupuk kandang.

“Selama ini kami masih banyak menggunakan pupuk kimia dan pupuk kandang. Setelah mengikuti pelatihan ini, kami ingin mulai memanfaatkan pupuk organik karena bahannya mudah diperoleh, lebih hemat, dan ramah lingkungan. Bantuan peralatan dari Pertamina juga sangat membantu kami untuk mulai menerapkannya,” ungkap Sanati.

KWT Daun Sop Ceria yang beranggotakan sekitar 30 orang saat ini membudidayakan berbagai komoditas hortikultura, termasuk buah naga sebagai komoditas unggulan. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, hasil panen kelompok juga dipasarkan guna menambah pendapatan para anggotanya.

Melalui kolaborasi bersama Balai Penyuluhan Pertanian dan Kelompok Wanita Tani, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap program pemberdayaan ini mampu memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *