by

Perpustakaan Balikpapan Buka hingga Malam, 117 Pengunjung Antusias Datang

BALIKPAPAN – Suasana ruang baca umum lantai 3 Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan tampak berbeda pada Rabu (16/9/2026). Hingga malam hari, aktivitas membaca, berdiskusi, hingga peminjaman buku masih berlangsung.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari program Night at Library, inovasi Dispustakar Kota Balikpapan untuk memperpanjang akses layanan perpustakaan sekaligus menjangkau masyarakat yang tidak memiliki waktu berkunjung pada pagi hingga siang hari.

Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan layanan malam tersebut secara khusus menyasar masyarakat dewasa, terutama pekerja dan mahasiswa.

“Memang sasarannya adalah para pekerja dan mahasiswa yang mungkin baru bisa datang ke Perpustakaan Kota Balikpapan pada malam hari. Kegiatan ini juga kami menggandeng Komunitas Baca Buku sebagai bagian dari Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS),” kata Neny.

Melalui konsep Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Dispustakar ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan.

Perpustakaan tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca atau meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang bertemu, berdiskusi, bertukar pengetahuan, serta mengembangkan kegiatan komunitas.

Konsep itu terlihat dalam pelaksanaan Night at Library. Komunitas Baca Buku Kota Balikpapan turut menggelar diskusi setelah para peserta membaca buku tertentu.

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas isi buku, menarik kesimpulan, sekaligus membagikan pemahaman masing-masing.

“Nah, itulah yang kami coba rangkul dan kami berikan ruang. Karena rata-rata mereka pekerja dan mahasiswa, memang waktunya lebih banyak pada malam hari,” jelas Neny.

Menurut Neny, layanan perpustakaan pada pagi hingga siang hari, Senin sampai Sabtu, selama ini lebih banyak dimanfaatkan anak-anak dan pelajar. Karena itu, layanan malam menjadi ruang alternatif bagi kelompok masyarakat yang memiliki aktivitas pada jam tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak Night at Library pertama kali digelar. Dari pukul 16.00 hingga 20.00 WITA, tercatat sebanyak 117 orang datang dan memanfaatkan berbagai layanan perpustakaan.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap akses perpustakaan di luar jam layanan reguler.

“Bagi saya ini sangat membanggakan. Alhamdulillah, ruang baca kami tadi penuh. Artinya, animo masyarakat Kota Balikpapan untuk membaca, meminjam buku, dan memanfaatkan layanan perpustakaan tetap tinggi,” ujar Neny.

Selain membaca dan berdiskusi, pengunjung tetap dapat melakukan peminjaman maupun pengembalian buku selama layanan malam berlangsung.

Untuk September 2026, Night at Library dijadwalkan berlangsung dua kali, yakni pada Rabu (16/9/2026) dan Rabu (30/9/2026). Layanan dibuka mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WITA.

Dispustakar juga menata ruang berdasarkan segmentasi pengguna. Lantai 2 diperuntukkan bagi ruang baca anak, sedangkan lantai 3 menjadi ruang baca umum yang sekaligus dapat dimanfaatkan masyarakat dewasa dan komunitas literasi.

Neny mengatakan pendekatan tersebut dilakukan agar koleksi dan ruang perpustakaan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok pengunjung.

“Harapannya kami bisa menyediakan kebutuhan literasi masyarakat, baik dari segi koleksi buku yang sesuai segmentasinya. Di lantai 2 ada ruang baca anak, sedangkan lantai 3 untuk segmentasi orang dewasa sekaligus menjadi ruang bagi komunitas-komunitas literasi untuk berkegiatan,” katanya.

Saat ini, Dispustakar Kota Balikpapan memiliki sekitar 40 ribu judul buku dengan total koleksi kurang lebih 100 ribu eksemplar. Jumlah eksemplar lebih banyak karena satu judul buku dapat tersedia dalam dua hingga tiga eksemplar.

Untuk masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan perpustakaan, proses menjadi anggota relatif sederhana. Calon anggota cukup membawa KTP untuk melakukan pendaftaran.

Setelah proses pendaftaran dan pengambilan foto, kartu anggota dapat diproses dan ditunggu di lokasi.

Setiap anggota dapat meminjam maksimal tiga buku dengan masa peminjaman selama 10 hari kerja. Buku yang dipinjam wajib dikembalikan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Dispustakar juga menyediakan layanan pengingat melalui SMS Gateway. Nomor telepon seluler yang tercatat dalam data keanggotaan digunakan untuk mengingatkan anggota mengenai batas waktu pengembalian buku.

Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh anggota, baik masyarakat umum maupun pelajar. Tidak ada batasan usia untuk menjadi anggota perpustakaan.

Night at Library menjadi salah satu upaya Dispustakar Kota Balikpapan mendekatkan layanan perpustakaan dengan pola aktivitas masyarakat.

Dengan memperpanjang jam layanan, perpustakaan tidak hanya menyediakan akses terhadap koleksi bacaan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi, membangun komunitas, dan bertukar pengetahuan.

Bagi pekerja dan mahasiswa yang kesulitan datang pada siang hari, kehadiran layanan malam memberikan alternatif waktu untuk tetap mengakses perpustakaan.

Ke depan, Dispustakar berharap ruang perpustakaan dapat semakin aktif dimanfaatkan masyarakat, bukan hanya sebagai tempat memperoleh bahan bacaan, tetapi juga sebagai ruang publik untuk belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kegiatan literasi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *