BALIKPAPAN – Musim kemarau berkepanjangan dengan kondisi udara yang kering, debu, serta angin kencang menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Muhammad Hamid, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara selama musim kemarau. Menurutnya, paparan debu dan polusi udara dapat mengiritasi saluran pernapasan dan meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan.
“Memasuki musim kemarau, kita harus lebih waspada terhadap kondisi udara. Apalagi ketika debu dan asap meningkat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Muhammad Hamid, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan, masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah perlu mendapat perhatian lebih. Terlebih, musim kemarau juga kerap disertai peningkatan kejadian karhutla di sejumlah wilayah yang dapat memperburuk kualitas udara.
“Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 3.405.489 jiwa terdampak langsung bencana asap karhutla ini,” katanya.
Politikus yang merupakan legislator daerah pemilihan Balikpapan Selatan itu mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mengurangi paparan langsung terhadap debu maupun asap.
“Lindungi diri dan lindungi keluarga. Kalau mengalami gejala ISPA, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan, Alwiati, turut mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi tubuh di tengah cuaca panas. Suhu udara yang mencapai lebih dari 30 derajat Celsius dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Memang ada peningkatan masyarakat terkait dengan cuaca yang kurang bagus. Panas tentunya, suhunya mungkin lebih dari 30 derajat, sehingga angka kesakitan cukup meningkat tinggi,” jelas Alwiati.
Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara tidak sehat, serta menggunakan pelindung seperti masker ketika berada di lingkungan berdebu atau berasap.
Kewaspadaan tersebut penting dilakukan agar musim kemarau tidak berdampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat Balikpapan.








Comment