BALIKPAPAN – Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, menyampaikan keprihatinannya atas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan turunan menuju Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (28/7/2026).
Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah kendaraan angkutan kelapa sawit berpelat nomor luar daerah yang diduga mengalami rem blong saat melintas di jalur menurun. Akibatnya, kendaraan kehilangan kendali dan menabrak sejumlah kendaraan besar yang sedang terparkir di sepanjang jalan.
“Peristiwa ini tentu menjadi perhatian serius bagi kita semua. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meskipun kerugian material dan kerusakan kendaraan cukup besar,” kata Yusri.
Menurut informasi yang diterimanya, kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi saat melewati ruas jalan yang memiliki karakteristik turunan curam dan tikungan. Kondisi tersebut diduga memperparah situasi ketika sistem pengereman tidak berfungsi dengan baik.
“Jalan menuju Pelabuhan Semayang memiliki kontur yang cukup menantang. Ketika kendaraan mengalami gangguan rem, pengemudi akan sangat sulit mengendalikan laju kendaraan, terlebih pada kondisi jalan menurun dan berbelok,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan barang, terutama yang beroperasi lintas daerah. Ia mendorong agar seluruh kendaraan angkutan, baik milik perusahaan lokal maupun luar daerah, mematuhi kewajiban uji berkala kendaraan bermotor atau uji KIR.
“Kami mengimbau seluruh pemilik dan operator kendaraan angkutan untuk disiplin melakukan uji KIR secara berkala. Ini bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi menyangkut keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Yusri menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan perundang-undangan, kendaraan angkutan wajib menjalani uji KIR setiap enam bulan sekali guna memastikan seluruh komponen kendaraan, termasuk sistem pengereman, berada dalam kondisi laik jalan.
“Jangan sampai kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan tetap beroperasi di jalan raya. Pemeriksaan berkala harus dilakukan tepat waktu agar potensi kecelakaan akibat kerusakan teknis dapat diminimalkan,” tambahnya.
Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Balikpapan Selatan itu berharap instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang masuk dan beroperasi di Kota Balikpapan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kita tidak ingin kejadian serupa terulang dan menimbulkan korban jiwa di kemudian hari,” pungkas Yusri.








Comment