BALIKPAPAN — Komitmen pelestarian sejarah dan budaya Kota Balikpapan kembali ditegaskan melalui kunjungan Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Sruning Burhanuddin, ke Rumah Cagar Budaya Dahor, Minggu (26/1/2025). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan selaku pengelola situs bersejarah tersebut.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini, Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., bersama Sekretaris Umum IAD Yanti Ade Adhyaksa, Ketua IAD Wilayah Kalimantan Timur Fatma Haedar, Ketua IAD Daerah Balikpapan Dian Andri Irawan, serta jajaran Ibu-ibu Adhyaksa Dharmakarini Kalimantan Timur.
Rumah Cagar Budaya Dahor dikenal sebagai salah satu saksi penting perjalanan awal Balikpapan. Di tempat inilah jejak perkembangan kota, termasuk berdirinya kilang minyak yang menjadi tonggak sejarah industri energi nasional, terdokumentasi dengan baik.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo memberikan apresiasi atas komitmen PT KPI Unit Balikpapan dalam menjaga dan merawat rumah cagar budaya tersebut sebagai bagian dari identitas kota.
“Rumah Cagar Budaya Dahor merupakan wujud nyata pelestarian heritage dan kearifan lokal Kota Balikpapan. Di dalamnya tersimpan dokumentasi sejarah awal kota ini, termasuk foto-foto dimulainya operasional Kilang Balikpapan,” ujar Bagus.
Menurutnya, keberadaan rumah cagar budaya ini memiliki nilai strategis sebagai sarana edukasi publik, khususnya bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah daerahnya.
“Harapannya, rumah cagar budaya ini dapat menjadi sumber pembelajaran sejarah bagi masyarakat. Ke depan, pelestarian seperti ini diharapkan terus berlanjut dan dilengkapi dengan titik-titik informasi sejarah lainnya di Kota Balikpapan,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menyampaikan bahwa kunjungan Ketua Umum IAD menjadi motivasi tersendiri bagi perusahaan untuk terus mengembangkan Rumah Cagar Budaya Dahor sebagai ruang edukasi sejarah yang inklusif dan terbuka untuk masyarakat luas.
“Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kami sekaligus dorongan untuk terus merawat dan mengembangkan Rumah Cagar Budaya Dahor. PT KPI Unit Balikpapan berkomitmen tidak hanya menjalankan operasional kilang secara berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan warisan sejarah dan budaya Kota Balikpapan,” ungkap Dodi.
Melalui pengelolaan Rumah Cagar Budaya Dahor, PT KPI Unit Balikpapan berharap dapat terus menghadirkan ruang pembelajaran sejarah yang relevan bagi masyarakat. Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas diharapkan mampu menjaga warisan budaya lokal agar tetap lestari dan bernilai bagi generasi mendatang.








Comment