BALIKPAPAN – Proyek peningkatan saluran sekunder Inhutani lanjutan di Jalan MT Haryono, Balikpapan, terus dikebut. Hingga Jumat (18/9/2026), progres pekerjaan telah mencapai 44,5 persen dari nilai kontrak sekitar Rp19,16 miliar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Jen Supriyanto, mengatakan pekerjaan sejauh ini berjalan relatif lancar. Kendala di lapangan lebih banyak berkaitan dengan keberadaan tiang listrik dan jaringan utilitas di sekitar lokasi proyek.
“Progresnya sudah 44,5 persen. Tidak ada kendala berarti, di situ cuma kita masih menghadapi masalah seperti tiang listrik, utilitas saja,” kata Jen, Jumat (18/9/2026).
Proyek tersebut bukan sekadar memperbaiki saluran lama. Pemerintah melakukan peningkatan kapasitas dengan membangun saluran yang lebih dalam dan lebih lebar.
Kapasitas saluran baru diproyeksikan meningkat sekitar 30 hingga 40 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Langkah itu dilakukan karena saluran eksisting dinilai sudah tidak memadai dan mengalami kerusakan.
“Saluran lama itu materialnya batu gunung dan sudah rusak. Jadi untuk proses penataan di atasnya, bawahnya harus diperbaiki lebih dulu,” jelasnya.
Jen menegaskan peningkatan drainase tetap diperlukan meski kondisi keuangan daerah sedang terbatas. Menurutnya, penanganan banjir di Balikpapan tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan harus dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Ia bahkan menilai nilai proyek sekitar Rp19,16 miliar masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan penanganan banjir Kota Balikpapan secara keseluruhan.
“Kalau masalah kondisi keuangan, ini kecil. Kegiatannya cuma Rp20 atau Rp19 miliar saja kontraknya, dibanding kebutuhan. Itu bertahap juga,” tegas Jen.
Ia juga menjelaskan proyek tersebut bukan pekerjaan yang tiba-tiba muncul pada 2026. Pekerjaan sudah masuk dalam perencanaan sejak 2025 dan penganggarannya mengikuti dokumen Rencana Kerja (Renja).
“Kalau tidak masuk rencana kerja, tentunya tidak bisa dikerjakan. Itu anggaran untuk 2027, dari sekarang sudah dihitung,” ujarnya.
Selain peningkatan drainase, koridor Jalan MT Haryono juga direncanakan mendapat penataan trotoar. Namun, Jen memastikan pembangunan trotoar tidak termasuk dalam kontrak proyek drainase senilai Rp19,16 miliar tersebut.
Pembangunan trotoar akan menjadi pekerjaan tersendiri yang ditangani bidang Jalan dan Jembatan (JJ) dengan sumber anggaran berbeda.
“Trotoar belum. Nanti trotoar tahap berikutnya. Kita mengerjakan drainasenya. Penataan trotoar nanti bidang JJ (Jalan dan Jembatan). Jadi anggarannya berbeda lagi, nanti tahun depan, bertahap lagi,” jelasnya.
Dengan progres yang telah mencapai 44,5 persen, pemerintah menargetkan proyek peningkatan saluran sekunder Inhutani tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir 2026.
Jen menegaskan fokus pekerjaan saat ini adalah memastikan struktur saluran diperbaiki sekaligus meningkatkan kapasitasnya. Setelah drainase rampung, penataan trotoar akan dilanjutkan melalui proyek dan tahapan anggaran tersendiri.
Peningkatan kapasitas saluran tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah bertahap Pemerintah Kota Balikpapan dalam memperkuat sistem drainase dan mengurangi persoalan genangan maupun banjir.














Comment