BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar di Balikpapan terus berjalan optimal di tengah tingginya kebutuhan sektor transportasi dan logistik.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan Pertamina mendukung penuh evaluasi bersama para pemangku kepentingan agar distribusi Biosolar semakin tepat sasaran.
“Pertamina pada prinsipnya mendukung langkah-langkah evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Kota Balikpapan dapat semakin optimal, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran,” ujar Edi.
Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan setelah adanya audiensi bersama DPRD Balikpapan, mahasiswa, sopir truk, dan BPH Migas terkait kondisi distribusi Biosolar di sejumlah SPBU.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina sejak 4 Mei 2026 telah menambah penyaluran Biosolar di dua SPBU utama. SPBU KM 13 kini menerima 64 KL per hari atau 160 persen dari kuota harian, sedangkan SPBU KM 15 mendapat 40 KL per hari atau 162,5 persen dari kuota.
“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran di lapangan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal,” tambahnya.
Pertamina juga mengajak seluruh pihak, mulai pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sopir truk, mahasiswa hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi Biosolar subsidi agar tetap sesuai peruntukan.
Melalui penerapan QR Code Subsidi Tepat, Pertamina berharap distribusi BBM subsidi semakin terkontrol dan dapat dinikmati masyarakat yang benar-benar berhak.
Penyaluran Biosolar di Balikpapan Ditambah, Pertamina Pastikan Stok Aman














Comment