BALIKPAPAN – Kepercayaan masyarakat Balikpapan terhadap kondisi perekonomian tetap berada pada level optimistis sepanjang triwulan II 2026. Meski mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya, Bank Indonesia menilai keyakinan konsumen masih terjaga.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 123,7. Angka tersebut memang turun dari triwulan I 2026 yang mencapai 132,3, namun masih berada pada zona optimistis.
“Hasil Survei Konsumen menunjukkan masyarakat Balikpapan masih memiliki keyakinan yang baik terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek enam bulan ke depan. Optimisme tersebut tetap terjaga meskipun terdapat berbagai dinamika ekonomi, termasuk setelah momentum Idulfitri dan penyesuaian harga BBM serta LPG nonsubsidi,” ujar Robi.
Ia menjelaskan, optimisme tertinggi berasal dari masyarakat dengan pengeluaran Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan yang mencatat IKK sebesar 144,2. Disusul kelompok pengeluaran Rp7 juta hingga Rp8 juta sebesar 132,2 dan kelompok Rp4 juta hingga Rp5 juta sebesar 130,6.
“Berdasarkan kelompok usia, responden berusia 20 hingga 30 tahun menjadi kelompok yang paling optimistis dengan indeks 137,2. Sementara kelompok usia 40 hingga 50 tahun juga masih menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi terhadap kondisi ekonomi daerah,” katanya.
Robi menambahkan, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 115,2. Menurutnya, angka tersebut masih mencerminkan penilaian positif masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.
“Komponen pembentuk IKE terdiri atas indeks penghasilan saat ini sebesar 135,7, indeks ketersediaan lapangan kerja 106,3, serta indeks pembelian barang tahan lama sebesar 103,7. Hal ini menunjukkan masyarakat masih merasakan kondisi pendapatan yang relatif baik, peluang kerja yang tetap tersedia, serta kemampuan membeli barang kebutuhan jangka panjang,” jelasnya.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat sebesar 132,1. Meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 142,6, Bank Indonesia menilai harapan masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan masih tetap kuat.
“Keyakinan tersebut didorong oleh ekspektasi meningkatnya pendapatan, berkembangnya kegiatan usaha, serta peluang kerja yang diperkirakan tetap terbuka dalam beberapa bulan mendatang,” ungkap Robi.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi tingkat keyakinan konsumen selama triwulan II 2026. Salah satunya adalah proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang mulai memasuki tahap penyelesaian.
“Memasuki fase akhir proyek RDMP, jumlah tenaga kerja konstruksi mengalami penurunan sehingga berdampak pada aktivitas sejumlah pelaku usaha yang selama ini bergantung pada pekerja proyek. Namun kondisi tersebut mampu diimbangi oleh meningkatnya pendapatan masyarakat melalui bonus, insentif, kenaikan gaji, pembayaran lembur, hingga peningkatan omzet usaha,” tuturnya.
Ia juga menyebut peluang kerja baru terus bermunculan melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pertumbuhan usaha kafe dan laundry, serta berlanjutnya sejumlah proyek konstruksi.
“Dengan berbagai faktor tersebut, kami menilai optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek enam bulan mendatang masih akan tetap terjaga. Ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan sepanjang 2026,” pungkas Robi.



Comment