BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Program Community Involvement and Development (CID) Tahun 2026 di Kelurahan Saloloang, Kelurahan Lawe-Lawe, dan Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyerap langsung kebutuhan dan harapan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Melalui forum ini, kami ingin mendengarkan secara langsung aspirasi, kebutuhan, potensi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat di Kelurahan Saloloang, Kelurahan Lawe-Lawe, dan Desa Girimukti. Masukan yang disampaikan hari ini akan menjadi dasar dalam merumuskan program-program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran, relevan, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Dodi.
Menurut Dodi, pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam penyusunan program CID. Karena itu, berbagai pemangku kepentingan dilibatkan, mulai dari pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, kelompok tani, kader kesehatan, hingga pengelola Program Kampung Iklim (Proklim).
Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan berbagai usulan terkait penguatan ketahanan pangan, pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga pengembangan desa tangguh bencana.
Apresiasi terhadap langkah Pertamina juga datang dari Kepala Dinas Pertanian Penajam Paser Utara, Rozihan Asward. Ia menilai program CID yang dijalankan perusahaan selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT PPN Kilang Balikpapan yang telah menyelenggarakan FGD yang berkaitan dengan rencana kerja program CSR atau CID. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden poin kedua, yaitu ketahanan energi dan pangan,” kata Rozihan.
Rozihan mengungkapkan, selama hampir lima tahun terakhir Pertamina telah memberikan kontribusi nyata bagi kelompok tani di wilayah tersebut, terutama dalam pengembangan sektor hortikultura. Ke depan, ia berharap dukungan perusahaan dapat diperluas ke sektor peternakan.
“Saya harap ke depannya CSR juga dapat menyentuh sektor peternakan guna mendukung sumber protein bagi keluarga yang memiliki masalah stunting,” tambahnya.
Saat ini, sejumlah program unggulan CID yang dikembangkan PT PPN Kilang Balikpapan meliputi Program Wasiat Dewi Shinta di bidang kesehatan masyarakat, Proklim Salingtari Lawe-Lawe, Taka Hidroponik dan KENARI untuk ketahanan pangan, Pasir Emas Borneo untuk pertanian hortikultura berkelanjutan, serta Rumah Berseri sebagai wadah pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Melalui penyusunan Renstra dan Renja CID 2026 ini, Pertamina berharap sinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah semakin kuat sehingga program yang dijalankan mampu meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian komunitas, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Penajam Paser Utara.








Comment