BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mendorong PT Pertamina untuk mengoptimalkan penyaluran BBM jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat sekaligus mengurai antrean kendaraan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mengatakan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat di sejumlah SPBU kini semakin panjang dan mulai mengganggu akses lalu lintas.
“Antrean kendaraan sudah tidak bisa terkontrol. Bahkan, kendaraan sampai menutupi akses keluar-masuk dan mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujar Syarifuddin Oddang, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena selain menghambat aktivitas masyarakat, antrean panjang juga dapat mengganggu distribusi logistik dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial.
Syarifuddin yang juga Ketua DPD Partai Hanura Balikpapan meminta Pertamina mengevaluasi ketersediaan stok Pertalite di setiap SPBU, termasuk mempertimbangkan penambahan pasokan serta memperpanjang jam operasional.
“Kami mendorong Pertamina menambah pasokan Pertalite dan mempertimbangkan penambahan jam operasional SPBU. Dengan begitu, waktu pelayanan kepada masyarakat bisa lebih luas,” katanya.
Ia menegaskan DPRD akan terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan stok dan pelayanan BBM di lapangan. Menurutnya, kondisi setiap SPBU perlu disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Selain optimalisasi pasokan, Syarifuddin mengusulkan agar dilakukan kajian untuk membangun SPBU yang diperuntukkan khusus bagi penyaluran Pertalite.
“Kami mengusulkan dilakukan kajian untuk menambah SPBU yang fokus melayani Pertalite. Ini salah satu opsi untuk mengurai antrean yang terjadi saat ini,” jelasnya.
Ia menilai kebutuhan terhadap Pertalite akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan dan pertumbuhan penduduk di Kota Balikpapan.
“Bertambahnya kendaraan tentu tidak terlepas dari pertumbuhan penduduk. Sementara itu, sebagian SPBU yang ada lebih banyak menjual BBM jenis Pertamax. Akibatnya, kecukupan Pertalite belum sepenuhnya merata,” ungkapnya.
Menurut Syarifuddin, keberadaan SPBU khusus Pertalite dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi tersebut.
“Kalau ada SPBU yang khusus melayani Pertalite, kami berharap antrean bisa terbagi dan tidak menumpuk di satu titik. Ini juga dapat membantu mengurangi kemacetan di sekitar SPBU,” pungkasnya.








Comment