BALIKPAPAN – Sinar Mas Land resmi memperluas pengembangan kota mandirinya di Kalimantan Timur dengan menghadirkan Grand City Samarinda, township pertama di Kota Samarinda yang dirancang untuk menjawab kebutuhan hunian berkualitas sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, mengatakan bahwa Samarinda memiliki prospek yang sangat menjanjikan seiring meningkatnya aktivitas investasi dan pembangunan di Kalimantan Timur.
“Samarinda memiliki prospek pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Meningkatnya mobilitas penduduk, kebutuhan hunian bagi kalangan profesional dan keluarga muda, serta terbatasnya pasokan kawasan hunian terpadu berskala besar menjadi peluang bagi Sinar Mas Land untuk hadir di kota ini,” ujar Franky dalam keterangannya, Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kota Samarinda pada 2025 tumbuh sebesar 6,22 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional. Kondisi ini menjadi salah satu alasan perusahaan mengembangkan kawasan terpadu berskala besar di ibu kota provinsi tersebut.
Menurut Franky, melalui Grand City Samarinda, perusahaan ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya nyaman untuk dihuni, tetapi juga memiliki nilai investasi jangka panjang.
“Melalui Grand City Samarinda, kami ingin menghadirkan kawasan hunian terpadu di pusat ekonomi Kalimantan Timur yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menciptakan nilai investasi jangka panjang,” katanya.
Mengusung konsep “Harmony of Nature and Luxury Living”, kawasan seluas lebih dari 70 hektare ini memadukan hunian modern dengan keindahan alam. Salah satu keunggulannya adalah keberadaan tiga danau alami yang berfungsi sebagai area resapan air sekaligus ruang rekreasi bagi penghuni.
Sebagai tahap awal pengembangan, Sinar Mas Land memperkenalkan Klaster Seine, yang menawarkan hunian dua lantai dengan desain arsitektur classic modern. Klaster ini menyediakan berbagai pilihan rumah dengan luas tanah mulai 72 meter persegi hingga 180 meter persegi dan luas bangunan mulai 51 meter persegi hingga 138 meter persegi.
“Pada tahap pertama, Klaster Seine akan dibangun lebih dari 300 unit dan ditawarkan mulai dari harga Rp900 jutaan hingga Rp3 miliaran,” ungkap Franky.
Ia menambahkan, pengalaman Sinar Mas Land dalam mengembangkan berbagai township di Indonesia menjadi modal kuat untuk menghadirkan standar hidup yang lebih baik bagi masyarakat Samarinda.
“Pengalaman Sinar Mas Land mengembangkan berbagai township di Indonesia menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan standar hidup yang lebih baik sekaligus mendukung pertumbuhan Samarinda sebagai pusat perkembangan baru kawasan,” tambahnya.
Klaster Seine sendiri terinspirasi dari kawasan Sungai Seine di Prancis yang identik dengan kualitas hidup tinggi dan lingkungan yang indah. Kawasan ini dilengkapi beragam fasilitas seperti central lake dengan jogging track, gazebo, mini amphitheater, clubhouse, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, hingga sistem keamanan 24 jam.
Dari sisi aksesibilitas, Grand City Samarinda berada di koridor strategis yang menghubungkan Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi. Kawasan tersebut juga didukung boulevard utama selebar 23 meter dengan enam lajur yang dirancang untuk menunjang mobilitas penghuni dan aktivitas ekonomi.
Lokasinya yang dekat dengan pusat kota, akses tol, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan institusi pendidikan menjadi nilai tambah tersendiri. Beberapa fasilitas yang berada di sekitar kawasan antara lain RS Mulya Medika, Bigmall Samarinda, dan Politeknik Negeri Samarinda.
Kehadiran Grand City Samarinda melanjutkan kesuksesan pengembangan Grand City Balikpapan yang telah dikembangkan sejak 2014. Township seluas 256 hektare tersebut kini telah memiliki lebih dari 25 klaster dan lebih dari 6.000 unit hunian.
Melalui proyek terbarunya ini, Sinar Mas Land optimistis dapat memperkuat ekosistem township terintegrasi di wilayah penyangga IKN sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur.











Comment