by

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk Bukukan Kinerja Solid 2025, Rajeev Sethi: Merger Berjalan Lebih Cepat dari Target

-Nasional-7 views

JAKARTA — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatatkan kinerja impresif sepanjang 2025 pasca merger, dengan pertumbuhan double digit di tengah dinamika industri telekomunikasi nasional.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengungkapkan rasa syukur atas capaian perusahaan yang berhasil membukukan pendapatan Rp42,5 triliun atau tumbuh 23 persen secara tahunan (YoY). Normalized EBITDA tercatat Rp20,1 triliun, sementara laba bersih dinormalisasi melonjak 63 persen menjadi Rp3 triliun.

“Kami bersyukur dan bangga dengan hasil pencapaian perusahaan dari fase awal merger hingga akhir 2025. Di tengah tantangan industri, kami mampu menyelesaikan tahapan integrasi lebih cepat dari rencana dan mencapai target sinergi yang lebih besar,” ujar Rajeev.

Ia menambahkan, keberhasilan merger tidak hanya memperkuat fundamental bisnis, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan margin pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami juga melihat pertumbuhan ARPU yang sehat, seiring meningkatnya pengalaman pelanggan dan konsolidasi jaringan yang semakin solid,” lanjutnya.

Hingga akhir 2025, total pelanggan XLSMART mencapai 73 juta dengan ARPU blended sekitar Rp39,5 ribu. Pada kuartal IV 2025, ARPU meningkat menjadi Rp44,8 ribu, mencerminkan efektivitas strategi monetisasi serta penyederhanaan produk dan tarif.
Rajeev menegaskan, integrasi jaringan telah memberikan dampak nyata bagi kualitas layanan.

“Kecepatan unduh pelanggan meningkat hingga 83 persen. Ini menjadi bukti komitmen kami menghadirkan layanan terbaik di era digital,” tegasnya.

Sebagai bagian dari transformasi digital, XLSMART juga meluncurkan layanan 5G secara serentak di puluhan kota/kabupaten, termasuk Jakarta dan Surabaya, dengan klaim menghadirkan pengalaman 5G menyeluruh bagi pelanggan.

Performa jaringan ini turut mendapat pengakuan dari Ookla Speedtest Awards sebagai jaringan 5G tercepat.

Dari sisi keuangan, XLSMART berhasil merealisasikan sinergi sebesar USD250 juta di tahun pertama merger, dengan Free Cash Flow mencapai Rp6,6 triliun. Belanja modal sepanjang 2025 tercatat sekitar Rp11,2 triliun, sejalan dengan upaya penguatan infrastruktur.

“Ke depan, fokus kami adalah menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan, sembari terus meningkatkan kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan,” tutup Rajeev.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *