by

Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026 Resmi Dibuka, Pasokan Energi Dipastikan Aman

BBM dan LPG, dalam kondisi aman periode Ramadan Idulfitri 1447 H.

Jakarta .Poskotabesar. Untuk memastikan kelancaran distribusi energi di periode ini, Pertamina  telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa Pertamina terus memperkuat kesiapan operasional serta layanan kepada masyarakat agar kebutuhan energi selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.

“Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG berada dalam kondisi aman untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri. Kami juga terus memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal melalui jaringan distribusi energi yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Simon, pada kesempatan kegiatan pembukaan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ramadan Idulfitri 2026 bersama Kementerian ESDM, BPH Migas dan lembaga terkait di Jakarta, 12 Maret 2026 kemarin.

Selain itu, Pertamina menyiapkan berbagai layanan tambahan di wilayah atensi, yaitu wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan konsumsi energi selama periode Ramadan dan Idulfitri.

“Beberapa layanan tambahan kami siapkan, antara lain motoris Pertamina Delivery Service (PDS) yang dapat mengantarkan BBM ketika terjadi kemacetan di jalan, serta mobil tangki yang disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar,” tambah Simon.

Di sisi lain, Pertamina juga terus memperkuat infrastruktur energi nasional, termasuk menjajaki potensi kerja sama pembangunan fasilitas penyimpanan energi (storage) guna meningkatkan ketahanan energi nasional.

Terkait kondisi kapal di kawasan Teluk Arab, Simon menegaskan Pertamina terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Saat ini terdapat dua kapal yang telah melanjutkan operasional, yakni Pertamina International Shipping (PIS) Rinjani dan PIS Paragon, yang melayani non-captive market dengan tujuan pengiriman ke Kenya dan India, sehingga tidak terkait langsung dengan kebutuhan energi domestik Pertamina,” jelas Simon.

Sementara itu, terdapat dua kapal Pertamina yang masih berada di wilayah Teluk Arab, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.

“Prioritas utama Pertamina adalah memastikan keselamatan kru kapal serta keamanan kargo yang diangkut. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait untuk memastikan situasi tetap kondusif sehingga kapal dapat melanjutkan operasional dengan aman,” ujar Simon.

Sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika geopolitik global, Pertamina juga terus melakukan diversifikasi sumber pasokan energi dari berbagai wilayah dunia. Selain dari kawasan Timur Tengah, pasokan energi juga berasal dari Afrika, Amerika, serta wilayah lainnya untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional.

“Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan kelancaran distribusi energi serta menjaga ketahanan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia,” terang Simon.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. Junaidi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *