KUTAI KARTANEGARA – Upaya menjaga keberlanjutan produksi migas nasional di tengah tantangan lapangan yang semakin menua menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja Danantara Asset Management (DAM) ke Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS), Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur, 26 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Setyo Sapto Edi menegaskan komitmen perusahaan untuk mempertahankan keandalan operasi sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
“Kami terus melakukan berbagai inisiatif untuk menjaga keandalan operasi dan produksi, meningkatkan efisiensi, mengedepankan aspek keselamatan kerja, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku,” ujar Setyo dalam pemaparannya kepada rombongan DAM.
Kunjungan yang dipimpin Komisaris Utama DAM Rabin Indrajad Hattari itu turut dihadiri jajaran Dewan Komisaris dan direksi terkait. Selain mendengarkan paparan kinerja perusahaan, rombongan juga meninjau langsung fasilitas produksi di Lapangan SPS yang menjadi salah satu tulang punggung produksi migas nasional.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, mengungkapkan bahwa tantangan industri hulu migas saat ini menuntut perusahaan untuk lebih selektif dalam berinvestasi sekaligus disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Bisnis yang kami kelola merupakan non-renewable business. Dengan berbagai tantangan operasional, bisnis, dan finansial yang ada, kami harus mempertimbangkan tingkat keekonomian produksi agar operasi perusahaan tetap memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat,” kata Sunaryanto.
Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Mery Luciawaty, menyoroti kondisi sebagian besar fasilitas produksi yang telah memasuki fase mature field atau lapangan tua.
“Tantangan utama kami adalah menjaga integritas aset karena sebagian besar fasilitas produksi telah memasuki fase mature. Karena itu, kami terus melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang produksi untuk memperpanjang usia operasi dan meningkatkan keandalan sistem pemrosesan,” jelas Mery.
Menurutnya, pengelolaan aset yang berkelanjutan menjadi kunci agar produksi migas nasional tetap terjaga di tengah menurunnya produktivitas alami lapangan-lapangan migas yang sudah lama beroperasi.
Di sisi lain, Komisaris Utama DAM Rabin Indrajad Hattari menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan guna memastikan pengelolaan aset energi nasional berjalan efektif dan efisien.
“Kami melihat bagaimana Pertamina melalui subholding upstream mengelola operasi dan produksi migas secara efektif dan efisien sehingga dapat memaksimalkan kontribusi kepada negara, khususnya dalam mendukung Asta Cita Presiden terkait ketahanan energi nasional,” ujar Rabin.
Ia menambahkan, DAM memberikan sejumlah masukan strategis guna mengoptimalkan pengelolaan aset energi nasional agar mampu menciptakan nilai tambah berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kunjungan ini juga memberikan gambaran langsung kepada jajaran DAM mengenai peran strategis Lapangan Senipah Peciko South Mahakam dalam menopang produksi minyak dan gas bumi nasional. Sebagai operator Wilayah Kerja Mahakam, PHM terus mengembangkan inovasi dan penerapan teknologi guna menjaga produksi migas yang aman, andal, efisien, serta ramah lingkungan.








Comment