t.
BALIKPAPAN – Tikungan berbentuk huruf S di Jalan Prapatan Dalam, Kelurahan Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota, dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan. Kerap disebut “tikungan tajam dan sempit,” lokasi ini menjadi momok bagi para pengendara. Namun, semangat gotong royong warga berhasil mengubah cerita kelam tersebut menjadi secercah harapan.
Ketua Panitia Pembebasan Lahan Warga, Setya Adi Winarko, menceritakan dengan singkat perjuangan panjang di balik rencana pembangunan jembatan layang yang diawali dari inisiatif warga.
Bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Prapatan dan Telagasari, mereka membentuk panitia untuk menggalang dana pembebasan lahan warga, setelah terkumpul di lakukan Pembebasan lahan warga tersebut. Kemudian langkah ini berlanjut dengan pengajuan aspirasi kepada Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh yang sekarang menjadi Anggota DPRD Provinsi Kaltim dan Anggota DPRD Balikpapan Eko Doris Riyan Desyanto.
“Alhamdulillah, aspirasi kami mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota dan Pemkot Balikpapan,” ujar Narko, tokoh masyarakat setempat. Pada Rabu malam (1/1/2025).
Proses pembangunan ini tidak sepenuhnya tanpa tantangan. Sebuah posyandu di area proyek harus direlokasi. Meski begitu, pemerintah berkomitmen membangun kembali fasilitas tersebut sebagai apresiasi atas dukungan warga.
“Pembangunan jembatan ini lebih dari sekadar proyek infrastruktur. Ini adalah simbol tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman,” ungkap Narko. Ia yakin, jembatan layang ini akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kecelakaan sekaligus memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Kisah perjuangan warga Telagasari dan Prapatan ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong mampu menghadirkan perubahan besar. Dari langkah kecil, kini harapan akan masa depan yang lebih aman dan nyaman telah terwujud. Jembatan layang ini bukan hanya solusi teknis, tetapi juga simbol solidaritas dan kebersamaan masyarakat.














Comment