MAKKAH – 22 November 2025 — Suasana haru menyelimuti para jamaah Wahyu Abadi Wisata ketika mereka bersiap melaksanakan Umrah kedua dengan miqat di Masjid Ja’ronah. Setelah sarapan pagi, jamaah diarahkan menuju lobi hotel pada pukul 08.00 waktu setempat untuk mengikuti rangkaian ziarah ke lokasi bersejarah di Kota Makkah, di antaranya Jabal Tsur, Jabal Nur, Padang Arafah, Masjid Namira, Jabal Rahmah, Muzdalifah, dan Mina.
Tour Leader, Isna, berharap perjalanan ibadah kali ini tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam.
“Kami ingin jamaah merasakan makna yang lebih luas dari ibadah Umrah. Semoga rangkaian ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati,” ucap Isna memberikan arahan.
Jamaah yang akan melaksanakan Umrah kembali dianjurkan mandi sunnah ihram di hotel. Untuk jamaah laki-laki, kain ihram dibawa dalam tas bersih dan baru dipakai saat tiba di Masjid Ja’ronah.
“Kami menghindari kain ihram terkena kotoran di lokasi ziarah. Karena itu, kami sarankan memakainya langsung di Masjid Ja’ronah,” jelas Isna.
Jamaah perempuan diperbolehkan memakai pakaian ihram langsung dari hotel. Setibanya di Masjid Ja’ronah, jamaah melaksanakan salat sunnah ihram, kemudian mengucapkan niat ihram bersama-sama dipandu oleh Muntawif.
Di antara jamaah tampak beberapa yang meneteskan air mata ketika niat Umrah diucapkan. Salah satunya adalah Maddari, jamaah asal Balikpapan, yang mendedikasikan Umrah kedua untuk almarhum istrinya.
“Saya berniat menjalankan Umrah kedua ini untuk istri saya yang sudah berpulang. Ia sangat ingin ke Tanah Suci, tetapi takdir berkata lain. Hari ini, saya merasa seolah membawanya bersama,” tutur Maddari dengan suara bergetar.
Momen itu membuat suasana Masjid Ja’ronah hening. Sejumlah jamaah lain ikut terharu, menyadari bahwa ibadah ini merupakan wujud cinta dan bakti kepada orang-orang yang mereka kasihi.
“Umrah kedua sangat dianjurkan untuk dihadiahkan kepada orang tua, sahabat, atau keluarga yang telah wafat atau tidak lagi mampu datang ke Tanah Suci,” ujar Isna.
Pelaksanaan Umrah kedua dapat dilakukan secara mandiri atau bersama rombongan dengan bimbingan Muntawif dan petugas Wahyu Abadi Wisata. Jadwal Umrah berjamaah akan diumumkan kemudian.
Perjalanan menuju Masjid Ja’ronah bukan hanya perjalanan dari satu titik ke titik lain, tetapi perjalanan hati yang penuh kerendahan dan cinta.
Umrah kedua menjadi ruang bagi jamaah untuk menyalurkan rasa syukur, rindu, dan bakti kepada orang-orang yang paling berarti dalam hidup mereka. Semoga Allah menerima setiap niat dan ibadah jamaah.








Comment