BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kebersihan dan penggunaan air bersih dalam aktivitas sehari-hari. Imbauan ini disampaikan di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kota Balikpapan.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Muhammad Hamid, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena penggunaan air yang tidak bersih dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk penyakit diare akut.
“Sekarang ini kondisi kemarau sudah berlangsung kurang lebih dua bulan. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang harus mendapat perhatian,” ujar Hamid, Senin (21/9/2026).
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, saat ini tercatat sebanyak 2.577 kasus diare akut di Kota Balikpapan. Karena itu, masyarakat, khususnya pelaku usaha makanan, diminta lebih ketat menjaga kebersihan dan memastikan air yang digunakan benar-benar bersih.
“Kalau berdagang makanan, kebersihan harus benar-benar dijaga, terutama air yang digunakan. Jangan sampai air yang tidak bersih justru menjadi salah satu faktor yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Hamid menilai kondisi kemarau yang menyebabkan pasokan air terbatas harus diantisipasi bersama. Selain mengingatkan masyarakat, pemerintah daerah dan Perumda Tirta Manuntung (PTM) Balikpapan juga diminta memperkuat distribusi air bersih kepada warga yang terdampak.
“Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, ketika pasokan air berkurang, PTM harus menjemput bola. Air bersih perlu segera didistribusikan melalui mobil tangki, terutama ke rumah-rumah warga yang membutuhkan,” pintanya.
Ia memahami distribusi air melalui jaringan perpipaan saat ini mengalami keterbatasan akibat menurunnya volume air baku di Waduk Manggar dan Waduk Teritip.
“Pendistribusian melalui PDAM memang terbatas karena volume air di Waduk Manggar dan Teritip juga menurun. Karena itu, harus ada langkah untuk menjemput bola dalam mendistribusikan air bersih kepada masyarakat,” katanya.
Hamid berharap langkah tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mencegah meningkatnya kasus diare akut di Balikpapan.
“Jangan sampai persoalan kekurangan air bersih kemudian berdampak pada kesehatan masyarakat. Distribusi air bersih harus diperkuat untuk mencegah bertambahnya kasus diare akut di Kota Balikpapan,” pungkasnya.










Comment