by

Jejak Guruh Soekarnoputra di Panggung Seni Indonesia, Budiono Dorong Gelar Pahlawan Nasional

-DPRD Balikpapan-
Post View : 17

BALIKPAPAN – Warisan seni Indonesia menjadi alasan Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono mendorong Guruh Soekarnoputra mendapat Gelar Pahlawan Nasional.

Budiono menilai kiprah Guruh dalam mengembangkan seni pertunjukan Indonesia tidak sekadar menghasilkan karya, tetapi juga meninggalkan jejak penting dalam upaya memadukan kekayaan seni tradisional dengan perkembangan seni modern.

“Guruh merupakan pelopor seni pertunjukan panggung yang sangat kuat dengan unsur etnik. Beliau memadukan seni tradisional dan modern dengan nuansa budaya Indonesia yang sangat kental, termasuk budaya Bali,” kata Budiono.

Menurutnya, konsistensi Guruh dalam berkesenian melalui Swara Maharddhika, yang didirikannya pada 1977, menjadi bagian penting dari perjalanan seni pertunjukan Indonesia.

Dalam berbagai pagelaran, Guruh melibatkan penari-penari terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Keterlibatan para seniman tersebut dinilai menunjukkan perhatian Guruh terhadap pengembangan seni pertunjukan sekaligus membuka ruang bagi talenta-talenta seni Indonesia.

“Dalam setiap pagelaran melalui Swara Maharddhika, Guruh hampir selalu melibatkan penari-penari terbaik dari seluruh Indonesia. Ini menjadi bagian dari kontribusinya dalam menjaga dan mengembangkan seni pertunjukan Indonesia,” ujarnya.

Budiono juga menyoroti keberanian Guruh dalam mengolah musik sebagai bagian dari pertunjukan. Berbagai aliran musik dipadukan dengan seni tari sehingga menciptakan pertunjukan yang memiliki karakter kuat.

“Guruh juga melibatkan musisi-musisi andal Indonesia. Ia berani memadukan alat musik tradisional seperti gamelan Bali dengan alat musik modern,” katanya.

Menurut Budiono, kekuatan Guruh justru terlihat dari kemampuannya menjadikan seni tradisional tetap relevan dalam sebuah pertunjukan modern. Tradisi tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang terpisah, tetapi diolah menjadi bagian dari pertunjukan yang lebih luas.

“Ini yang menurut saya menjadi kekuatan Guruh. Seni tradisional tidak ditinggalkan, tetapi dikembangkan dan dipadukan dengan seni modern,” ucapnya.

Kiprah Guruh juga tidak hanya berhenti pada seni tari dan pertunjukan. Ia turut menciptakan sejumlah karya musik yang dikenal luas masyarakat, salah satunya “Zamrud Khatulistiwa” yang dirilis pada 1987.

“Beliau tidak hanya menggeluti seni tari. Guruh juga menciptakan lagu-lagu yang dikenal masyarakat. Salah satunya Zamrud Khatulistiwa,” tutur Budiono.

Bagi Budiono, penghargaan terhadap Guruh bukan semata-mata soal sosok seorang seniman, tetapi juga tentang bagaimana negara menghargai jejak panjang dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan seni budaya Indonesia.

“Dedikasi Guruh terhadap seni dan budaya Indonesia sangat besar. Karena itu, kami mendorong pemerintah pusat untuk mempertimbangkan pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada beliau,” tegasnya.

Budiono berharap pengusulan tersebut dapat menjadi momentum untuk kembali melihat seni dan kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas bangsa yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *