by

Gasali Soroti Siring SDN 022 Balikpapan Timur Retak dan Parkiran Amblas

BALIKPAPAN – Hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran 2026 menjadi momen yang penuh antusiasme bagi siswa dan orang tua. Suara riang anak-anak memenuhi lingkungan sekolah, sementara para orang tua tampak mengantar putra-putrinya memulai tahun ajaran baru dengan semangat baru.

Di tengah suasana tersebut, SDN 022 Balikpapan Timur yang berdiri megah di kawasan Bukit Batakan Permai 3 menjadi salah satu simbol peningkatan layanan pendidikan di wilayah Balikpapan Timur. Bangunan baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat dengan fasilitas yang lebih representatif.

Namun di balik kemegahan bangunan sekolah tersebut, sejumlah persoalan mulai terlihat. Dari hasil pengamatan di lapangan, beberapa bagian konstruksi menunjukkan tanda-tanda kerusakan meski usia bangunan masih tergolong sangat baru.

Pada sejumlah titik, dinding penahan tanah atau siring terlihat mengalami retakan. Sementara itu, area parkir sekolah juga mulai menunjukkan gejala penurunan permukaan atau amblas. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait kualitas pekerjaan konstruksi pada proyek yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah tersebut.

Temuan ini menjadi perhatian karena bangunan sekolah seharusnya tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, tetapi juga menjamin keamanan dan kenyamanan bagi para siswa maupun tenaga pendidik yang menggunakannya setiap hari.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, menegaskan bahwa lembaganya memiliki fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran pembangunan. Sementara untuk aspek teknis konstruksi, terdapat bidang dan pihak yang memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan secara detail.

“Tentu kami dari sisi pengawasan penggunaan anggaran. Kalau terkait fisik bangunan, ada bidang teknis yang menangani,” ujarnya.
Meski demikian, Gasali menegaskan bahwa apabila kerusakan tersebut benar terjadi, maka masih terdapat mekanisme yang dapat ditempuh karena bangunan masih berada dalam masa pemeliharaan.

Menurutnya, konsultan pengawas maupun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) harus memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut. Hal itu penting agar kualitas bangunan yang telah dibiayai menggunakan uang rakyat benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kami berharap apabila memang ada ketidaksesuaian, konsultan dan PPTK lebih memperhatikan hal tersebut agar hak masyarakat terhadap penggunaan bangunan fisik ini menjadi baik,” katanya.

Ia juga memastikan DPRD akan terus menyoroti persoalan tersebut dan meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek sekolah tersebut.

Gasali mengungkapkan bahwa Komisi IV DPRD Balikpapan pernah melakukan peninjauan saat proses pembangunan berlangsung. Namun hingga saat ini pihaknya belum kembali melakukan pengecekan setelah proyek selesai dan mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Karena itu, kondisi siring yang retak dan area parkir yang mulai amblas di SDN 022 Balikpapan Timur menjadi catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti, ” Pungkasnya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *