by

DPRD Balikpapan Dorong Penambahan Koridor BCT, Sasar Destinasi Wisata

BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) memperluas layanan transportasi publik melalui penambahan koridor Bus Balikpapan City Trans (BCT).

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi umum sekaligus mendukung mobilitas warga, termasuk wisatawan dari luar daerah yang ingin mengunjungi berbagai destinasi di Kota Balikpapan.

Anggota DPRD Balikpapan dari daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Utara, Muhammad Najib, mengatakan penambahan koridor perlu dibarengi dengan peningkatan jumlah armada.

Menurutnya, saat ini jumlah bus BCT yang beroperasi masih sekitar 20 unit. Dengan jumlah tersebut, pengembangan rute baru perlu menjadi perhatian pemerintah agar jangkauan transportasi publik semakin luas.

Tingginya minat masyarakat menggunakan BCT harus diimbangi dengan ketersediaan armada. Karena itu, perlu ada penambahan koridor untuk menunjang mobilitas masyarakat sekaligus kegiatan perekonomian,” ujar Muhammad Najib saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).

Najib menyebut salah satu peluang pengembangan rute adalah menghubungkan layanan BCT dengan sejumlah destinasi wisata di Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur.

Di Balikpapan Utara, misalnya, terdapat Kebun Raya Balikpapan (KRB) yang menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat. Sementara di Balikpapan Timur, terdapat sejumlah destinasi seperti Pantai Manggar dan kawasan Penangkaran Buaya.

Banyak masyarakat yang ingin berkunjung ke spot-spot wisata, terutama di Balikpapan Utara seperti Kebun Raya Balikpapan. Begitu juga di Balikpapan Timur yang memiliki potensi wisata seperti Pantai Manggar dan Penangkaran Buaya,” katanya.

Untuk tahap awal, Najib mengusulkan agar layanan BCT menuju kawasan wisata dapat dijadwalkan pada akhir pekan.

Kalau memang armada dan koridornya belum memungkinkan setiap hari, bisa dimulai pada Sabtu dan Minggu. Ini bisa menjadi pilihan transportasi masyarakat untuk berwisata tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Saat ini, layanan BCT telah beroperasi melalui sejumlah koridor. Salah satunya Koridor A yang melayani rute Pelabuhan Semayang–Bandara SAMS Sepinggan dengan jarak sekitar 26,6 kilometer dan 22 titik pemberhentian.

Rute tersebut melewati Pelabuhan Semayang, Melawai, RS Pertamina, Bank Indonesia, Pasar Klandasan, Plaza Balikpapan, Balikpapan Permai, Balikpapan Superblok (BSB), Trakindo hingga Bandara SAMS Sepinggan dan kembali ke arah sebaliknya.

Sementara Koridor B dan C melayani kawasan Terminal Batu Ampar menuju area kota melalui sejumlah titik, di antaranya Perintis, Yon Zipur, SD Kartika, SMK Setia Budi, Inpres 4, SMPN 3 Balikpapan, Samsat Muara Rapak, Strat 2 dan Plaza Rapak.

Rute tersebut kemudian menyusuri kawasan utama kota melalui Jalan Ahmad Yani maupun Jalan MT Haryono dengan panjang sekitar 20,6 kilometer.

Najib berharap pengembangan koridor BCT ke depan tidak hanya berorientasi pada konektivitas antarkawasan, tetapi juga mampu mendukung sektor pariwisata dan perekonomian lokal.

Transportasi publik jangan hanya dipandang sebagai sarana mengantar masyarakat dari satu titik ke titik lainnya. Kalau rutenya bisa menjangkau kawasan wisata, BCT juga bisa menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi dan pariwisata Balikpapan,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *