by

Bisnis Kapal Pandu Tunda Stop, DPRD Balikpapan Akan Panggil Perumda

BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan mempertanyakan terhentinya bisnis kapal pandu tunda yang sebelumnya dijalankan Perumda Manuntung Sukses Balikpapan.

Bisnis yang disebut memiliki peluang menghasilkan keuntungan tersebut dikabarkan tidak lagi beroperasi dalam beberapa bulan terakhir. DPRD pun berencana memanggil jajaran manajemen Perumda Manuntung Sukses untuk meminta penjelasan terkait penghentian usaha tersebut.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, mengatakan bisnis kapal pandu tunda merupakan salah satu lini usaha Perumda Manuntung Sukses. Menurutnya, meski perusahaan daerah tidak memiliki armada sendiri, bisnis tersebut tetap dapat dijalankan melalui skema sewa kapal.

“Pemerintah kota melalui Perumda Manuntung Sukses mempunyai beberapa core bisnis, salah satunya kapal pandu tunda. Memang kenyataannya kita tidak punya alat seperti kapal pandu tunda,” kata Budiono, Selasa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, kapal dapat disewa dari agen atau pihak yang memiliki armada. Skema tersebut sebelumnya telah dijalankan dan dinilai mampu memberikan peluang keuntungan bagi perusahaan daerah.

“Untuk mendapatkan keuntungan, usaha tersebut dijalankan dengan menyewa dari agen-agen yang mempunyai core bisnis kapal pandu tunda,” ujarnya.

Budiono menyebut DPRD sebelumnya turut mendorong Perumda Manuntung Sukses untuk mencari pasar jasa kapal pandu tunda. Salah satu pasar potensial berada di kawasan Teluk Balikpapan yang memiliki aktivitas pelayaran dan membutuhkan jasa pandu tunda.

“Kami sempat bersama teman-teman di Perumda Manuntung Sukses mencari market, salah satunya banyak di Teluk Balikpapan yang menggunakan jasa pandu tunda,” katanya.

Bahkan, kata Budiono, sejumlah kerja sama telah berhasil diperoleh. Karena itu, ia mempertanyakan alasan bisnis tersebut justru dihentikan.

“Beberapa kerja sama sudah kita dapat. Walaupun kita menyewa alatnya seperti kapal pandu tersebut, saya yakin kita pasti dapat keuntungan,” tegasnya.

DPRD Akan Panggil Manajemen

Informasi mengenai terhentinya bisnis kapal pandu tunda menjadi perhatian DPRD. Budiono memastikan pihaknya akan memanggil manajemen Perumda Manuntung Sukses pada pekan depan.

Pemanggilan tersebut untuk meminta penjelasan langsung mengenai alasan penghentian bisnis, termasuk kondisi usaha dan aspek keuangannya.

“Beberapa bulan terakhir ini kita mendengar informasi bahwa usaha kapal pandu tunda Perumda Manuntung Sukses tidak lagi dilanjutkan. Minggu depan kita akan panggil Perumda Manuntung Sukses ke DPRD Balikpapan untuk kita pertanyakan kenapa bisnis tersebut berhenti,” ujarnya.

DPRD juga akan menggali kemungkinan adanya kaitan antara penghentian bisnis dengan perubahan struktur manajemen Perumda Manuntung Sukses.

Budiono menyebut sebelumnya terdapat lima direktur dalam jajaran manajemen. Kini, struktur tersebut berubah dan hanya menyisakan satu direktur, yakni direktur utama.

“Selain itu, kita juga akan pertanyakan apakah ada kaitannya dengan penonaktifan dari lima direktur menjadi satu direktur saja, yakni yang tersisa hanya Direktur Utama,” katanya.

Budiono menegaskan DPRD tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum mendapatkan penjelasan dari manajemen. Namun, menurutnya, bisnis kapal pandu tunda masih memiliki prospek apabila dikelola secara profesional dan didukung pasar yang jelas.

“Saya yakin bisnis tersebut pasti ada keuntungannya karena kita pernah menjalankannya,” tegas Budiono.

DPRD berharap pemanggilan manajemen dapat membuka secara terang alasan penghentian bisnis tersebut. Termasuk memastikan apakah usaha kapal pandu tunda masih layak dilanjutkan atau membutuhkan perubahan pola pengelolaan.

Bagi DPRD, setiap lini bisnis BUMD harus memberikan manfaat nyata bagi perusahaan sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Karena itu, pengelolaan usaha daerah dinilai harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan perhitungan bisnis yang jelas.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *