BALIKPAPAN – Kota Balikpapan kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026, Balikpapan memboyong dua penghargaan sekaligus.
Penghargaan tersebut masing-masing Juara II TPID Award 2026 Wilayah Kalimantan untuk kategori TPID Kota/Kabupaten berkinerja terbaik dan peringkat III Championship TP2DD 2026 tingkat kota dan kabupaten.
Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berhasil meraih peringkat II TP2DD Terbaik tingkat kabupaten di Wilayah Kalimantan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kabupaten PPU dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempercepat transformasi digital.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara atas komitmen dan kerja keras yang telah ditunjukkan dalam menjaga terkendalinya inflasi daerah serta mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah,” ujar Robi.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat inovasi dan kolaborasi.
Robi berharap capaian tersebut dapat mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat inovasi, kolaborasi, dan implementasi berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pada TPID Award 2026, Balikpapan menempati posisi kedua setelah Kota Tarakan yang meraih peringkat pertama. Posisi ketiga ditempati Kota Pontianak.
Balikpapan berhasil menyisihkan 19 kabupaten/kota lainnya dari 21 kabupaten/kota penyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Kalimantan.
Capaian tersebut sejalan dengan realisasi inflasi Balikpapan sepanjang 2025 yang tercatat 2,71 persen secara tahunan (yoy), masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2025 sebesar 2,5 persen ±1 persen.
Pengendalian inflasi tersebut ditopang strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.
Berbagai program juga terus dilakukan, mulai dari penguatan pasokan pangan, stabilisasi harga komoditas strategis, kerja sama antardaerah, Gerakan Pangan Murah, pasar murah, operasi pasar, hingga pemantauan harga dan pasokan.
Sementara pada sektor digitalisasi daerah, penghargaan TP2DD menunjukkan semakin kuatnya upaya Balikpapan dan PPU dalam mendorong transaksi pemerintahan yang lebih digital.
Percepatan tersebut mencakup perluasan transaksi nontunai, elektronifikasi penerimaan dan belanja daerah, digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, integrasi data serta sistem, hingga perluasan kanal pembayaran digital.
Robi menilai capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas digitalisasi daerah secara berkelanjutan.
“Keberhasilan pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah pada akhirnya diharapkan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat melalui terjaganya daya beli, semakin kuatnya ketahanan pangan, meningkatnya efisiensi pengelolaan keuangan daerah, optimalisasi PAD, serta semakin mudah dan inklusifnya akses masyarakat terhadap layanan pemerintah,” pungkasnya.
Penghargaan tersebut diraih dalam rangkaian FEKDI x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), 24–26 September 2026. Kegiatan dirangkaikan dengan Rakornas TPID dan TP2DD sebagai forum penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi serta percepatan transformasi digital ekonomi dan keuangan daerah.








Comment