BALIKPAPAN – Tekanan keuangan daerah membuat sejumlah aspirasi masyarakat hasil reses DPRD Kota Balikpapan 2025 belum bisa direalisasikan pada 2026. Namun, DPRD memastikan usulan warga tidak berhenti sebagai catatan, termasuk pembangunan SMP dan puskesmas di Gunung Samarinda Baru.
Anggota DPRD Kota Balikpapan, Hj Yusdiana, mengatakan pembangunan dua fasilitas dasar tersebut masih menjadi aspirasi yang terus diperjuangkan karena menyangkut kebutuhan langsung masyarakat.
“Di Gunung Samarinda Baru saat ini hanya ada satu sekolah dasar, sementara SMP belum tersedia sama sekali. Ini yang terus kami perjuangkan agar segera dibangun,” kata Yusdiana, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, pertumbuhan penduduk di kawasan Gunung Samarinda Baru belum sepenuhnya diikuti ketersediaan fasilitas pendidikan. Akibat belum adanya SMP, anak-anak harus bersekolah ke wilayah lain.
“Kalau SMP sudah ada di sini, masyarakat tidak perlu lagi bingung mencari sekolah. Akses pendidikan akan jauh lebih mudah,” ujarnya.
Tak hanya pendidikan, kebutuhan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian. Yusdiana menyebut Gunung Samarinda Baru hingga kini belum memiliki puskesmas yang dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
“Fasilitas kesehatan seperti puskesmas juga belum tersedia. Warga harus pergi cukup jauh untuk berobat. Ini yang kami dorong agar segera direalisasikan,” tuturnya.
Yusdiana menilai keberadaan puskesmas penting seiring meningkatnya jumlah penduduk. Selain memberikan pelayanan pengobatan, puskesmas juga menjadi pintu utama pelayanan kesehatan dasar yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ia memastikan persoalan lahan bukan lagi kendala utama dalam rencana pembangunan kedua fasilitas tersebut.
“Untuk lokasi sudah siap. Tinggal menunggu realisasi pembangunan dari pemerintah daerah,” ungkapnya.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang masih tertekan, Yusdiana memahami apabila pembangunan tersebut belum dapat direalisasikan pada 2026. Namun, ia meminta pemerintah daerah tetap membuka ruang pembahasan agar kebutuhan masyarakat tersebut tidak hilang dari agenda pembangunan.
“Kami paham dengan kondisi keuangan daerah saat ini, tetapi minimal ada pembahasan mengenai kedua fasilitas tersebut,” katanya.
Menurut Yusdiana, aspirasi yang disampaikan melalui reses merupakan kebutuhan nyata masyarakat yang harus tetap tercatat dalam proses perencanaan pembangunan, meski belum seluruhnya mampu direalisasikan pada tahun berjalan.
Ia berharap kondisi keuangan daerah membaik sehingga pembangunan SMP dan puskesmas Gunung Samarinda Baru dapat kembali dianggarkan pada 2027.
“Mudah-mudahan di tahun 2027 mendatang kondisi keuangan daerah membaik dan dapat dianggarkan kembali,” pungkasnya.








Comment