by

Andi Sangkuru: Penghentian Bisnis Pandu Tunda Kapal Demi Cegah Kerugian Lebih Besar

BALIKPAPAN – Perumda Manuntung Sukses Balikpapan akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut perusahaan daerah tersebut mundur dari bisnis pengelolaan jasa pandu dan tunda kapal karena faktor di luar perusahaan. Manajemen menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan bisnis.

Direktur Utama Perumda Manuntung Sukses, Andi Sangkuru, menjelaskan bahwa penghentian usaha jasa pandu dan tunda kapal dilakukan setelah perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja usaha yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, pada dua tahun pertama operasional, bisnis kepelabuhanan tersebut mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan. Namun, kondisi berubah memasuki tahun ketiga ketika biaya operasional meningkat signifikan hingga melampaui pendapatan yang diperoleh.

“Pada tahun pertama dan kedua usaha ini masih memberikan keuntungan. Namun memasuki tahun ketiga, biaya operasional lebih besar dibandingkan pendapatan sehingga usaha mulai mengalami kerugian,” ujar Andi Sangkuru, Rabu (5/8/2026).

Ia mengatakan, manajemen memilih menghentikan operasional sebelum kerugian semakin membesar dan membebani kondisi keuangan perusahaan. Evaluasi terhadap keberlanjutan bisnis tersebut bahkan telah dilakukan sejak awal 2025.

“Daripada kerugian semakin dalam, kami memutuskan menghentikan kegiatan usaha kepelabuhanan ini. Sejak awal tahun 2025 kami sudah membahas apakah bisnis ini masih layak dilanjutkan atau tidak. Akhirnya, kami resmi keluar dari bisnis kepelabuhanan pada Agustus 2025,” jelasnya.

Andi juga membantah anggapan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan keberadaan perusahaan lain yang bergerak di sektor serupa. Ia menegaskan tidak ada intervensi maupun tekanan dari pihak mana pun.

“Keputusan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan perusahaan lain. Justru perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang sama merupakan pesaing bisnis kami. Ini murni keputusan manajemen berdasarkan hasil evaluasi usaha,” tegasnya.

Melalui penjelasan tersebut, Perumda Manuntung Sukses berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai alasan penghentian bisnis jasa pandu dan tunda kapal.

Manajemen menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi bisnis untuk menjaga kesehatan perusahaan dan menghindari kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *