by

UMKM Desa Api-Api Kian Naik Kelas, PLN Dorong Agrowisata Berbasis Komunitas

PENAJAM PASER UTARA – Desa Agrowisata Api-Api di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terus menunjukkan geliat positif sebagai destinasi wisata desa berbasis komunitas. Penguatan sektor UMKM yang dilakukan melalui program TJSL Desa Berdaya dari PT PLN (Persero) menjadi motor penggerak utama tumbuhnya ekonomi lokal dalam tiga tahun terakhir.

Koordinator Pengembangan Usaha Agrowisata Puncak Api-Api, Nur Madinah, mengakui pembinaan berkelanjutan yang diberikan PLN telah membawa perubahan signifikan bagi pelaku usaha desa.

“Selama tiga tahun terakhir, PLN melakukan pembinaan secara konsisten dan kami merasakan perkembangan yang sangat signifikan. UMKM di Desa Api-Api kini lebih siap, baik dari sisi manajemen usaha, kualitas produk, hingga pemasaran digital,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan yang melibatkan pemerintah setempat hingga Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tersebut membuat pelaku UMKM semakin percaya diri dalam mendukung destinasi wisata Puncak Api-Api.

“Kami optimis, melalui kolaborasi ini, produk lokal seperti olahan pertanian, kerajinan tangan, dan kuliner khas desa bisa menjadi daya tarik utama wisata, bukan sekadar pelengkap,” tambah Dina.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang.

“Program Desa Berdaya ini adalah komitmen PLN dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan setiap intervensi TJSL mampu memberikan nilai tambah nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Chaliq.

Ia menambahkan, pengembangan Agrowisata Desa Api-Api menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu memperkuat struktur ekonomi desa.

Dengan penguatan UMKM yang semakin terstruktur dan berdaya saing, Desa Api-Api kini tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *