by

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Perkuat Pemberdayaan Masyarakat, Raih Pengakuan Global CSR 2026

-Ekonomi-4 views

KALIMANTAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan di wilayah operasional perusahaan.

Beragam program yang dijalankan tidak hanya memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya komunitas yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif berbasis potensi lokal.

Salah satu program unggulan hadir melalui PASAR TERAS BERSAMA di Integrated Terminal (IT) Banjarmasin. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah organik, budidaya ikan lele, edukasi kesehatan masyarakat, hingga penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.

Sementara itu, di IT Pontianak, Pertamina menghadirkan transformasi Posyandu Aster menjadi layanan kesehatan digital terintegrasi yang digerakkan melalui pemberdayaan perempuan dan mampu menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Komitmen serupa juga dijalankan Fuel Terminal (FT) Tarakan melalui program BLACKGOLD yang mengembangkan konsep ekonomi sirkular. Program tersebut memanfaatkan pengelolaan sampah organik dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) guna mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar.

Di wilayah AFT Supadio, inovasi lingkungan diwujudkan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, pemberdayaan kelompok perempuan, hingga pengelolaan lahan gambut berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Sektor pendidikan dan lingkungan juga menjadi perhatian perusahaan. Aviation Fuel Terminal (AFT) Syamsudin Noor menghadirkan program Eco Green School yang mendorong pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah.

Sedangkan AFT Sepinggan melalui program TALISERA mengembangkan pengelolaan limbah organik rumah tangga berbasis ekonomi sirkular guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan seluruh program TJSL yang dijalankan perusahaan dirancang untuk menciptakan manfaat berkelanjutan melalui kolaborasi aktif bersama masyarakat.

“Program-program TJSL yang dijalankan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat, penguatan kapasitas komunitas, serta menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap tantangan sosial dan lingkungan di wilayah operasional perusahaan,” ujar Edi.

Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan internasional melalui ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 23 April 2026 lalu.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berhasil meraih sejumlah penghargaan. Gold Award diraih pada kategori Product Excellence untuk AFT Supadio dan kategori Best Community Program untuk IT Banjarmasin.
Selain itu, Silver Award diperoleh pada kategori Empowerment of Women oleh AFT Supadio serta kategori Best Community Program yang diraih AFT Supadio, AFT Syamsudin Noor, AFT Sepinggan, dan FT Tarakan.

Tak hanya itu, Bronze Award juga berhasil diraih pada kategori Best Environmental Excellence oleh AFT Supadio serta kategori Empowerment of Women oleh IT Pontianak.
Menurut Edi, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, komunitas, hingga para perwira Pertamina yang terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang berdampak positif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui berbagai program TJSL tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga terus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, serta pembangunan komunitas yang tangguh dan berkelanjutan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *