by

Lusuh Dimakan Waktu, Seragam Personel BPBD Balikpapan Tak Ganti 3 Tahun.

BALIKPAPAN – Di balik kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, banjir, pohon tumbang hingga berbagai kondisi darurat lainnya, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan ternyata masih menghadapi persoalan mendasar yang belum terselesaikan.

Selama tiga tahun terakhir, ratusan anggota BPBD Balikpapan belum menerima seragam dinas baru. Kondisi tersebut membuat sebagian personel harus tetap bertugas menggunakan pakaian dinas yang sudah lusuh dan memudar warnanya akibat pemakaian bertahun-tahun.

Pemandangan itu kerap terlihat saat personel BPBD mengikuti berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah, mulai dari Upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi Kota Balikpapan, hingga agenda kedinasan lainnya.

Di tengah tuntutan kerja yang tinggi dan risiko tugas yang tidak ringan, keterbatasan fasilitas penunjang tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi para petugas lapangan.

Seorang personel BPBD yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir tidak pernah ada pembagian seragam dinas baru dari instansi.
“Sudah tiga tahun kami tidak menerima pembagian seragam dinas dari kantor,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian anggota mengambil inisiatif pribadi dengan membeli perlengkapan dinas menggunakan dana sendiri agar tetap tampil rapi saat bertugas maupun mengikuti kegiatan resmi.

“Mau tidak mau sebagian personel membeli sendiri, mulai dari baju, celana, emblem, hingga topi atau baret agar terlihat lebih rapi,” katanya.

Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan perlengkapan yang belum dapat dipenuhi secara optimal, termasuk pengadaan seragam dinas bagi personel.

Usman mengatakan, pihaknya telah berulang kali mengusulkan kebutuhan tersebut dalam pembahasan anggaran, namun hingga kini belum mendapatkan realisasi.

“Sudah tiga tahun kami mengusulkan pengadaan seragam dinas ke DPRD Kota Balikpapan, tetapi belum pernah terealisasi,” ujar Usman saat dikonfirmasi.

Menurutnya, persoalan fasilitas penunjang menjadi perhatian serius di lingkungan BPBD karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan profesionalisme personel saat menjalankan tugas.

Akibat belum adanya pengadaan baru, sebagian besar anggota masih menggunakan seragam lama yang telah dipakai selama bertahun-tahun. Padahal, mereka merupakan garda terdepan pemerintah daerah dalam memberikan respons cepat saat terjadi bencana maupun kebakaran.

Saat ini, BPBD Kota Balikpapan memiliki sekitar 340 personel yang tersebar di enam kecamatan. Mereka bertugas selama 24 jam secara bergantian untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan berbagai kondisi darurat yang terjadi di wilayah kota.

Di tengah peran strategis tersebut, muncul harapan agar kebutuhan dasar personel dapat memperoleh perhatian lebih besar.

Pengadaan seragam dinas, sepatu, dan perlengkapan pendukung lainnya dinilai penting untuk menunjang kinerja sekaligus menjaga citra profesional lembaga di hadapan masyarakat.

Bagi para personel BPBD, seragam bukan sekadar identitas. Di balik setiap jahitannya terdapat simbol kesiapsiagaan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam melindungi warga ketika bencana datang tanpa peringatan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *