Poskotabesar.Sulsel.Jalan Provinsi Pangkep–Barru Berubah Jadi “Lintasan Bahaya”, Lubang Menganga sepanjang jalan baik Jalur kiri maupun Jalur kanan, bisa mengancam Nyawa Pengendara setiap saat.
Jalan Provinsi ini yang menjadi urat nadi penghubung Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Barru dan Kabupaten Lainnya, kini tak ubahnya lintasan bahaya. Deretan lubang besar menganga tanpa ampun, siap menghantam kendaraan dan mengancam keselamatan siapa pun yang melintas.
Pada kecepatan tinggi, lubang-lubang ini bisa menjadi perangkap mematikan. Para sopir dipaksa menurunkan laju kendaraan secara mendadak, bermanuver mencari celah agar tak terjerembab. Musim hujan memperparah keadaan—genangan air menutup lubang, menjadikannya ancaman tak kasat mata yang kerap membuat roda kendaraan terperosok dengan benturan keras.
Yang lebih memprihatinkan, tak tampak tanda-tanda perbaikan. Tidak ada tambal darurat, tidak ada penanganan cepat. Jalan strategis ini seolah dibiarkan menunggu korban.
Warga Mandalle, Pangkep, tak bisa lagi hanya berharap. Rasa prihatin berubah menjadi aksi nyata ketika mereka memasang rambu peringatan seadanya agar pengendara tidak menjadi korban berikutnya. Langkah ini sekaligus menjadi sindiran keras atas lambannya respons pihak berwenang.
“Lubang-lubang di jalan poros ini sangat tidak nyaman dan juga membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegas Mansur, sopir rute Barru–Parepare.
Ketiadaan peninjauan dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan memunculkan pertanyaan besar: harus menunggu berapa korban lagi hingga jalan ini dianggap darurat? Infrastruktur yang seharusnya menjadi simbol pelayanan publik justru berubah menjadi sumber kecemasan.
Jika kondisi ini terus diabaikan, bukan hanya kendaraan yang rusak—nyawa pengendara pun bisa menjadi taruhan. Masyarakat kini menanti bukan sekadar janji, melainkan tindakan cepat sebelum jalan poros ini benar-benar memakan korban.








Comment