BALIKPAPAN – Merger antara Smartfren, XL Axiata, dan AXIS yang kini beroperasi di bawah entitas baru PT XL Smart Telecom Sejahtera (XLSMART) membawa perubahan besar bagi kualitas layanan internet di Indonesia. Penguatan jaringan yang dihasilkan dari penggabungan tersebut kini mulai dirasakan pelanggan, termasuk di Balikpapan yang menjadi salah satu kota prioritas pengembangan jaringan generasi kelima (5G).
Head of Consumer Product Smartfren XLSMART, Tommie Belgino Pasoreh, mengungkapkan bahwa penggabungan aset dan spektrum frekuensi menjadi faktor utama meningkatnya performa jaringan Smartfren secara signifikan.
Sebelum merger, XL Axiata memiliki spektrum frekuensi sebesar 90 MHz, sementara Smartfren menguasai 62 MHz. Setelah keduanya bergabung, kapasitas spektrum yang dimiliki meningkat menjadi sekitar 137 MHz. Kondisi ini memberikan ruang yang jauh lebih besar untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik data sekaligus meningkatkan kecepatan akses internet bagi pelanggan.
“Dengan penggabungan itu, dampaknya sangat luar biasa. Kecepatan internet Smartfren meningkat hingga dua kali lebih cepat dan kapasitas trafik menjadi 2,45 kali lebih besar,” ujar Tommie dalam konferensi pers di Balikpapan, Sabtu (13/6/2026).
Ia mengibaratkan peningkatan kapasitas tersebut seperti jalan raya yang sebelumnya hanya memiliki satu jalur, kemudian diperlebar menjadi beberapa jalur sehingga arus kendaraan dapat bergerak lebih lancar tanpa hambatan.
Tak hanya meningkatkan kecepatan internet, merger XLSMART juga memperluas jangkauan layanan Smartfren di berbagai daerah.
Saat ini jaringan Smartfren telah menjangkau lebih dari 400 kota di Indonesia dengan dukungan penambahan Base Transceiver Station (BTS) sekitar 150 persen serta peningkatan cakupan populasi hingga 120 persen.
“Dengan penambahan BTS, kondisi internet menjadi lebih cepat, lebih stabil, serta sinyal lebih kuat dan lebih luas,” jelasnya.
Balikpapan sendiri menjadi salah satu kota pertama di Kalimantan yang menikmati layanan 5G Smartfren secara menyeluruh bersama Banjarmasin. Berbeda dengan sejumlah daerah lain yang masih menerapkan layanan 5G di titik-titik tertentu, Smartfren menghadirkan konsep blanket 5G yang mencakup seluruh wilayah kota.
Menurut Tommie, kehadiran jaringan 5G tersebut memberikan pengalaman digital yang lebih responsif berkat tingkat latensi yang rendah. Teknologi ini sangat mendukung berbagai aktivitas digital masa kini, mulai dari bermain gim daring, melakukan panggilan video berkualitas tinggi, hingga berburu tiket konser dan perjalanan yang membutuhkan respons cepat.
Selain itu, jaringan 5G Smartfren mampu menghadirkan kecepatan hingga 500 Mbps dan tetap stabil ketika pengguna berpindah dari area 5G ke jaringan 4G. Pengalaman internet yang lebih lancar juga dapat dirasakan di lokasi dengan kepadatan pengguna tinggi seperti bandara, pusat perbelanjaan, maupun kawasan publik lainnya.
Melalui penguatan jaringan tersebut, Smartfren menargetkan segmen keluarga, pekerja muda dari kalangan milenial dan Gen Z, hingga pelaku usaha mikro yang semakin aktif memanfaatkan platform digital dalam kegiatan sehari-hari.
Transformasi yang dilakukan melalui merger XLSMART menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri telekomunikasi nasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang cepat, stabil, dan mampu mendukung aktivitas digital yang terus berkembang.








Comment