JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui Sisternet resmi meluncurkan DigiHer, fitur pembelajaran digital terbaru yang terintegrasi dengan program Digital Talent Scholarship Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Kehadiran DigiHer menjadi langkah strategis dalam memperluas akses perempuan Indonesia terhadap literasi digital dan peningkatan keterampilan teknologi.
Direktur & Chief Regulatory Officer Merza Fachys menegaskan bahwa DigiHer merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendorong percepatan digitalisasi perempuan Indonesia.
“DigiHer hadir sebagai wujud komitmen XLSMART dan Sisternet dalam mempercepat digitalisasi perempuan Indonesia. Kami percaya transformasi digital yang inklusif membutuhkan akses pembelajaran yang mudah dijangkau, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Merza dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan Komdigi diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan digital dan mengambil peran lebih besar dalam ekonomi digital nasional.
“Melalui kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan Indonesia untuk meningkatkan keterampilan digital dan mengambil peran lebih besar dalam ekonomi digital,” katanya.
Merza menambahkan, perempuan memiliki posisi strategis dalam keluarga, komunitas, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga ekonomi nasional. Karena itu, peningkatan kapasitas digital perempuan diyakini akan memberikan dampak berantai yang luas.
“Perempuan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga dapat berkembang sebagai kreator, pemimpin, dan bagian dari talenta digital masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Viada Hafid menyambut baik hadirnya DigiHer sebagai ruang belajar digital yang inklusif bagi perempuan Indonesia.
“Peningkatan literasi dan keterampilan digital perempuan merupakan bagian penting dari upaya memperkuat pemberdayaan perempuan di Indonesia. Perempuan perlu mendapatkan akses yang setara terhadap pengetahuan, teknologi, dan peluang ekonomi digital,” ujarnya.
Meutya menilai DigiHer menjadi contoh kolaborasi yang mampu menghadirkan ruang belajar digital yang aman, relevan, dan mudah diakses oleh perempuan dari berbagai latar belakang.
“Kami mengapresiasi hadirnya DigiHer sebagai inisiatif kolaboratif yang membuka ruang belajar digital yang lebih inklusif, aman, dan relevan bagi perempuan Indonesia,” katanya.
Melalui aplikasi Sisternet, pengguna DigiHer dapat mengakses ratusan materi pembelajaran mulai dari literasi digital, keamanan siber, kecerdasan buatan (AI), digital marketing, personal branding, kewirausahaan digital, pengembangan karier, hingga berbagai soft skills yang dibutuhkan di era ekonomi digital.
Peluncuran DigiHer juga menjadi bagian dari upaya Sisternet untuk melanjutkan gerakan #1JutaSisterDigital dengan target mendigitalisasi 2,4 juta perempuan Indonesia pada 2026.
Program ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan akses digital sekaligus menciptakan lebih banyak talenta perempuan yang siap bersaing di era transformasi digital.








Comment