BALIKPAPAN – Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Kecamatan Balikpapan Utara Tahun 2026 M/1448 H menjadi salah satu tahapan penting untuk menyiapkan kafilah terbaik menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Balikpapan.
Digelar selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026, kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Kecamatan Balikpapan Utara pada Sabtu (8/8/2026).
Sebanyak 115 peserta dari enam kelurahan ambil bagian dalam STQ dengan 34 cabang perlombaan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an. Bagi Kecamatan Balikpapan Utara, STQ menjadi bagian dari proses panjang untuk menemukan peserta terbaik yang nantinya dipersiapkan tampil di tingkat kota.
Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, mengatakan pelaksanaan STQ tahun ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya melalui training center (TC) selama kurang lebih dua bulan.
Menurutnya, proses pembinaan tersebut menjadi tahap awal sebelum peserta kembali diseleksi melalui STQ. Penilaian dilakukan dengan membandingkan kemampuan peserta, termasuk mereka yang sebelumnya pernah mengikuti perlombaan di tingkat kecamatan maupun provinsi.
“Setelah STQ ini, nanti akan kami gabungkan lagi hasilnya untuk melahirkan kafilah-kafilah yang lebih siap menghadapi tingkat kota,” kata Umar.
Dari proses tersebut, Kecamatan Balikpapan Utara berharap dapat membentuk komposisi kafilah yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga siap bersaing dalam berbagai cabang yang dipertandingkan pada MTQ tingkat Kota Balikpapan.
Lebih jauh, Umar menegaskan bahwa keberhasilan STQ tidak semata-mata diukur dari jumlah piala yang diraih. Hal yang lebih penting adalah semakin banyak anak-anak dan masyarakat yang memiliki ketertarikan untuk membaca serta mempelajari Al-Qur’an.
STQ menjadi salah satu wadah bagi mereka yang memiliki kemampuan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an untuk mengembangkan kapasitas sekaligus mengukur kemampuan melalui kompetisi.
“Harapan kami, semakin hari semakin banyak anak-anak kami yang gemar membaca Al-Qur’an. Bagi yang sudah fasih dan ahli membaca Al-Qur’an, ada sarana untuk meningkatkan kapasitasnya melalui lomba atau STQ ini,” ujarnya.
Peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik akan mendapatkan pendampingan untuk dipersiapkan mengikuti STQ maupun MTQ pada jenjang yang lebih tinggi.
Kecamatan Balikpapan Utara juga memasang target untuk mempertahankan predikat juara umum MTQ tingkat Kota Balikpapan yang diraih pada tahun sebelumnya.
Namun, Umar menyebut prestasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Bertambahnya jumlah peserta juga menjadi indikator bahwa minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pembelajaran dan pembacaan Al-Qur’an terus tumbuh.
“Target kami semoga dapat mempertahankan juara umum tahun lalu. Tetapi yang tidak kalah penting, pesertanya lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, semakin banyak peserta, semakin banyak pula penggemar membaca Al-Qur’an di wilayah Balikpapan Utara,” tuturnya.
Menurut Umar, gelar juara merupakan bonus dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, STQ Balikpapan Utara 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan Al-Qur’an sekaligus mencari bibit-bibit potensial yang dapat membawa nama Balikpapan Utara di tingkat kota hingga jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, MTQ tingkat Kota Balikpapan 2026 untuk sementara direncanakan berlangsung pada November atau Desember 2026. Pelaksanaannya dijadwalkan berada di wilayah Balikpapan Selatan.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, hasil STQ dan pembinaan melalui TC akan menjadi modal penting bagi Kecamatan Balikpapan Utara dalam menyiapkan kafilah terbaik untuk menghadapi persaingan MTQ tingkat kota.








Comment